JAKARTA, MEDIAINI.COM – Indonesia banyak melahirkan SDM (Sumber Daya Manusia) yang melimpah dan siap berkontribusi di seluruh industri tanah air.
Salah satunya, lulusan SMK Indonesia yang memiliki kompetensi untuk langsung bekerja di lapangan. Namun beda halnya dengan lapangan kerja yang tersedia masih terbatas sehingga angka pengangguran menjadi kian melonjak.
Untuk mengatasi hal tersebut dua asosiasi AGMARI (Asosiasi Guru Marketing Indonesia) yang diketuai Pebrizayanti, guru SMK BDP dan KOMISI (Asosiasi Komunitas Profesi Sales Indonesia) yang diketuai oleh Indra Hadiwidjaja, seorang praktisi sales telah melangsungkan kolaborasi membuka jembatan yang menghubungkan antara dunia pendidikan dengan Industri, Dunia Usaha, dan Dunia Kerja (IDUKA).
Ketika pelaksanaan HUT Ke-2 AGMARI yang disampaikan secara online baru baru ini. Ahmad Madani, penggagas program PKL online kelas industri.
Ketua Komunitas Sales Jakarta ini menyampaikan bahwa Pembukaan PKL online SMK BDP tahun 2021 adalah program praktek kerja lapangan (PKL) yang dilakukan secara online ini bertujuan untuk menempatkan murid SMK jurusan BDP (Bisnis Daring dan Pemasaran) dalam kegiatan praktek kerja lapangan di IDUKA yang sesuai dengan kompetensi keahliannya yang relevan dengan kebutuhan IDUKA saat ini.
Secara langsung Madani menjelaskan, “Kali ini, kami berterima kasih kepada YAMAHA, DAIHATSU, PT Suryapratama Propertindo dan HINO dan para perusahaan yang mendukung pelaksanaan program PKL Online dimana dalam era pandemi seperti sekarang ini banyak sekolah yang kesulitan dalam pencarian tempat PKL, oleh karena itu disini kami memfasilitasi dalam program PKL secara online.
Ada tiga point dalam program ini dan dalam tiga bulan pelaksanaan dengan jadwal materi, tugas, monitoring kinerja, distribusi materi yang relevan dengan kompentensi dasar seorang digital marketing dalam menciptakan generasi SMK yang berkompeten, unggul dan siap kerja sesuai kebutuhan perusahaan saat ini.”
Materi PKL Online yang dimaksud meliputi materi hard skill, soft skill dan pendalaman mengenai sosial media marketing sesuai dengan tuntutan dan kebutuhan perusahaan saat ini agar terserap di dalam dunia kerja dan berantas penggangguran terdidik dari lulusan SMK.
Wikan Sakarinto, Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi Kemendikbud RI dalam kesempatan yang sama sekaligus menjadi pembuka perayaan HUT Ke 2 AGMARI itu menyambut baik kolaborasi AGMARI dan KOMISI yang mampu membuat link and match IDUKA yang saling mendukung.
“Sudah saatnya ada pernikahan antara SMK dan Iduka sebagai mitra yang setara. Ikut menyambut baik dan berterima kasih atas kolaborasi asosiasi besar AGMARI dan KOMISI keduanya tidak lepas dari founder kedua asosiasi tersebut yaitu Dedy Budiman yang sangat konsen terhadap guru pemasaran serta profesi seorang sales yang dibutuhkan dan berjasa menggerakkan roda perekonomian,” ujar Wikan.
Sementara Dedy Budiman MPd selaku founder kedua asosiasi juga berpendapat, “Memasuki Society 5.0 a human centered society, persiapan guru 5.0 adalah guru cerdas dan berwawasan, perlu menjadi kegiatan AGMARI selanjutnya dan dukungan dari para praktisi sales yang tergabung dalam KOMISI, yang juga mempunyai divisi Vokasi pendampingan dunia pendidikan untuk menjadikan profesi sales selalu diminati karena mempunyai kompetensi dengan mental unggul dan membantu perputaran roda perekonomian.”
Harapannya tidak hanya siswa-siswi SMK BDP yang berdaya, melainkan juga guru yang mengajar mampu terjun langsung mengetahui kondisi lapangan tidak hanya berkutat pada text book tetapi menjadi pendorong aktif.
Lain halnya Ketua divisi pendampingan vokasi KOMISI Sekar Tyas Nareswari, mulai tahun ini tidak hanya mendampingi SMK tetapi juga mahasiswa fresh graduate.
Sekar yang juga menjabat sebagai praktisi Sales Manager ACE Hardware ini mengungkapkan “Profesi Sales adalah posisi sentral dalam roda perekonomian dunia industri, melalui kegiatan vokasi ini selain menjembatani dunia pendidikan dengan dunia kerja tapi juga merubah image buruk terkait profesi sales dan menampilkan citra etik dan berkelas setara dengan profesi lainnya.”
Lebih lanjut sekar menjelaskan bahwa dunia kerja yang seringkali merasa kesulitan mencari orang yang kompeten dan lulusan terdidik merasa kesulitan dalam mencari pekerjaan.
Maka itulah tugas KOMISI divisi Vokasi ketika dua kebutuhan ini dipertemukan sebagai mitra yang setara saling menguntungkan yang membuat link and match keduanya. (SheilaR/AD/DP)























Discussion about this post