JAKARTA, MEDIAINI.COM – Program Kartu Prakerja dari pemerintah menarik perhatian dan selalu ditunggu oleh masyarakat terdampak Covid-19, karena Kartu Prakerja diakui memiliki manfaat pada mereka. Sejak dibuka pada April 2020 sampai sekarang program Kartu Prakerja sudah memasuki gelombang 13. Tujuan dari program Kartu Prakerja oleh pemerintah adalah untuk memberikan keterampilan yang bisa digunakan sebagai kebutuhan industri maupun berwirausaha.
Dalam APBN 2021, anggaran yang disediakan untuk program tersebut sebesar Rp10 triliun, atau lebih kecil dibanding alokasi 2020 senilai Rp20 triliun. Bagi alumni peserta program Kartu Prakerja, pemerintah akan memfasilitasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR). Hal itu bertujuan menumbuhkan banyak wirausaha di dalam negeri.
Program Kartu Prakerja Solusi Pemulihan Ekonomi
Langkah ini diambil pemerintah sebagai bagian dari Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dalam menyediakan skema pembiayaan yang mudah dan murah. KUR merupakan kredit/pembiayaan modal kerja dan/atau investasi kepada debitur individu, badan usaha dan/atau kelompok usaha yang produktif dan layak tetapi belum memiliki agunan tambahan atau agunan tambahan belum cukup.
Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Digital, Ketenagakerjaan, dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Rudy Salahuddin menyebutkan, alumni program Kartu Prakerja tinggal mengajukan untuk mendapatkan KUR ini.
Dikatakan Rudy Salahuddin, pemberian KUR ini menjadi langkah lanjutan dari pengembangan program Kartu Prakerja. Ditargetkan pertumbuhan wirausaha baru mencapai 4% pada 2024 dan rasio kewirausahaan nasional mencapai 3,9%.
Berdasarkan survei Manajemen Pelaksana (PMO) Kartu Pra Kerja mencatat ada sekitar 19,5 ribu orang dari 5,98 juta peserta program dari gelombang 1-11, kini menjadi wirausaha. Sementara data lain mencatat sekitar 35% alumni Kartu Prakerja yang dulunya tidak bekerja, kini 17 persennya bekerja menjadi wirausaha.
Berdasarkan alasan inilah pemerintah ingin memberikan fasilitas KUR ini kepada alumni Prakerja. Khususnya bagi yang membutuhkan modal tambahan. “Program KUR dalam hal ini bisa digunakan untuk menaikkan skala usaha mereka ke depan,” ujar Rudy Salahuddin.
Berdasarkan informasi Manajemen Pelaksana Program Kartu Prakerja terdapat lebih kurang 19.500 alumni yang menyatakan diri sebagai wirausaha.
Syarat Alumni Program Kartu Prakerja Dapat KUR
Bagi alumni Prakerja yang ingin mendapatkan KUR ini adalah menjadi wirausaha tidak bekerja di pekerjaan lain yang sudah tetap. Alumni Kartu Prakerja yang menjadi wirausaha dan merupakan korban pemutusan hubungan kerja (PHK) bisa mendapatkan fasilitas ini.
Sayangnya mengenai syarat dan prosedur lainnya belum dijelaskan oleh pemerintah. Namun ada beberapa syarat umum pada program KUR Super Mikro. Yaitu, Pertama, diberikan ke usaha skala mikro. Kedua, usaha boleh berdurasi singkat. Ketiga, belum pernah menerima KUR. Apabila syarat sudah terpenuhi, KUR bisa diajukan ke bank-bank mitra pemerintah yang selama ini sudah menyalurkan KUR. Untuk pagu kredit, sebelumnya mulai dari Rp 4 juta dan maksimal Rp 10 juta.(Ken)























Discussion about this post