JAKARTA, MEDIAINI.COM – Pemerintah akan segera membuka pendaftaran Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tahun 2021 sebanyak 1,3 juta formasi. Rencananya, pendaftaran CPNS dan PPPK akan mulai dibuka bulan April 2021. Untuk jadwal pelaksanaannya, saat ini tengah disusun oleh Tim Paselnas CASN 2021.
Hal tersebut disampaikan lewat unggahan di akun Instagram Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi @kemenpanrb belum lama ini. Plt Deputi Sumber Daya Manusia Aparatur Kementerian PANRB Teguh Widjanarko menyebutkan, proses pendaftaran pendaftaran CPNS 2021 dibuka bulan April hingga Mei 2021. Juni 2021, mulai dilakukan seleksi (tes CPNS 2021).
Mengenai proses pendaftaran CPNS 2021, bisa dilakukan via online lewat Sistem Seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (SSCN).
Rencana Perekrutan CPNS 2021
Sebanyak 1,3 juta CPNS yang akan diangkat pada 2021, terdiri atas beberapa formasi. Pertama, tersedia 1 juta formasi untuk guru PPPK yang bisa dilamar oleh guru honorer eks THK-2 dan lulusan PPG. Kedua, pengadaan PNS di Pemerintah Pusat sebanyak 83.000 formasi (CPNS/CPPPK). Namun dengan ketentuan sesuai kebutuhan masing-masing instansi untuk berbagai jabatan yang dibutuhkan. Ketiga, pengadaan PNS di Pemerintah Daerah 189.000 dengan formasi 70 ribu PPPK JF selain guru dan 119.000 CPNS jabatan teknis yang sangat diperlukan (termasuk tenaga kesehatan).
Proses pengadaan CPNS dan Guru PPPK tahun 2021, dengan total jumlah sekitar 1,3 juta pegawai merupakan pengalaman pertama bagi pemerintah. “Proses pengadaan tahun 2021 ini merupakan pengalaman pertama dalam merekrut sekitar 1,3 juta pegawai, jumlah yang tidak pernah kita lakukan sebelumnya,” ungkap Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Tjahjo Kumolo.
Rumusan Perekrutan CPNS 2021
Perlu untuk merumuskan prosedur, memperkuat dukungan kebijakan, mengidentifikasi berbagai risiko, dan berbagai persiapan lain yang diperlukan, termasuk mencoba keajegan sistem seleksi secara online bersama BPPT dan BSSN. Secara proporsional 70-80 persen merupakan tenaga-tenaga pelaksana utama di bidang pendidikan, penyuluh pertanian, penyuluh KB, atau pegawai yang langsung bertugas di lapangan.
Menurut Tjahjo, jumlah tersebut merupakan kebutuhan untuk dua tahun yakni 2020 dan 2021. Lantaran, pada tahun 2020, pemerintah tidak membuka rekrutmen. Terkait persiapan seleksi hingga tes CPNS dan PPPK, pemerintah mencoba merumuskan prosedur, memperkuat dukungan kebijakan, mengidentifikasi berbagai risiko, dan berbagai persiapan lain yang diperlukan.(Ken)
Sumber Gambar : Tangkapan Layar YouTube Sekretariat Presiden























Discussion about this post