JAKARTA, MEDIAINI.COM – Pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) skala mikro selama lima minggu belakangan ini terbukti mampu menurunkan jumlah kasus aktif Covid-19 secara signifikan. Bahkan, kasus aktif di lima provinsi, yaitu DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, DI Yogyakarta, dan Jawa Timur mengalami penurunan.
Berdasar temuan tersebut, pemerintah melalui Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN) sekaligus Menteri Koordinator (Menko) Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, PPKM mikro di Jawa dan Bali diperpanjang di Jawa-Bali hingga dua minggu ke depan, yaitu hingga 8 Maret 2021.
Dikutip dalam keterangan pers di kanal Sekretariat Presiden, Airlangga mengumumkan keputusan perpanjangan mulai dari 23 Februari hingga 8 Maret 2021. Selain itu, persiapan tujuh provinisi yang mempersiapkan posko dan perbaikan operasionalisasi pelaksanaan PPKM mikro.
Kemudian, menyiapkan bantuan beras dan masker dan mekanisme distribusi melalui polsek/koramil. Selanjutnya, memetakan zonasi risiko di tingkat RT dan pendataan 3T melalui integrasi sistem.vDalam penerapan PPKM Mikro, pemerintah melalui pemprov akan menyediakan kebutuhan dasar untuk warga yang melakukan isolasi mandiri, baik isolasi di tingkat rumah tangga maupun rukun tetangga (RT).
Bantuan Beras 20Kg dan Masker
Bentuk bantuan yang akan diberikan berupa beras sebanyak 20 kilogram per rumah untuk kebutuhan selama 14 hari masa isolasi. Bantuan beras ini akan didistribusikan melalui aparat Kepolisian atau TNI di tingkat Polsek dan Koramil.v“Sesuai hasil evaluasi Komite PCPEN bersama Pemerintah Daerah, maka diputuskan bahwa PPKM Mikro diperpanjang selama 2 minggu ke depan, dengan tetap dilakukan monitoring dan evaluasi secara intensif, serta penguatan operasionalisasinya di tingkat RT/RW di seluruh desa/ kelurahan pada 123 kabupaten/kota,” jelas Airlangga Hartarto dalam siaran pers yang diterima wartawan, Minggu (21/2).
“Sehingga tentunya masyarakat yang memperoleh BLT Desa itu melalui Kemendes. Tapi khusus untuk operasi PPKM mikro selama 2 minggu kedepan ini, yang kita drop adalah beras dan masker,” tambah Airlangga.
Adapun skema pembiayaan PPKM mikro berdasarkan instruksi Menteri Dalam Negeri No.3 tentang PPKM mikro dan pembentukan posko penangan covid-19, kebutuhan di tingkat desa menggunakan APBDes atau Dana Desa. Sedangkan untuk kebutuhan di tingkat kelurahan menggunakan APBD Kabupaten/ Kota. “Seluruh programnya, tingkat desa dari APBDes (dana Desa), kalau kelurahan pendanaannya APBD kabupaten/kota, dan ini anggaran-anggaran yang ada,” ucap Airlangga.
Ia juga menjelaskan untuk bantuan warga yang melakukan isolasi mandiri akan disalurkan oleh Bintara Pembina Desa (Babinsa) dan Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas) dalam bentuk beras 20 kg.
Penyebaran Antigen Test Kit
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memastikan akan ada 1 juta antigen test kit yang akan disebar ke 7 provinsi.“Untuk percepatan testing, telah didistribusikan 653.375 swab antigen test kit ketujuh provinsi, 23 Februari akan tiba lagi satu juta antigen test kit. Untuk penguatan tracing telah dilakukan penambahan tracer dengan melibatkan Babinsa dan Bhabinkamtibmas yang sudah dilatih menjadi trace,” tutup Budi Gunadi.(Ken)
Sumber Gambar : ilustrasi Pixabay























Discussion about this post