JAKARTA, MEDIAINI.COM – Perusahaan mobil listrik terbesar di Amerika, Tesla Inc kembali membuat gebrakan baru dalam berinvestasi. Perusahaan yang dipimpin Elon Musk itu diketahui membeli aset cryptocurrency berupa bitcoin senilai US$1,5 miliar. Ini menjadikan Tesla sebagai perusahaan terbesar yang mendukung aset cryptocurrency.
Dikutip dari Bloomberg, mitra pengelola dan co-founder Nexo Antoni Trenchev mengatakan dukungan Tesla kepada aset Bitcoin menjadi tanda besar dorongan terhadap cryptocurrency. Padahal, aset kripto mendapat kritikan oleh para pembuat kebijakan karena memfasilitasi pencucian uang dan penipuan. “Orang terkaya di dunia yang mengalokasikan US$1,5 miliar dari kas perusahaan untuk Bitcoin berbicara banyak tentang cryptocurrency yang mendapatkan persetujuan institusional,” ujar Trenchev belum lama ini.
“Tesla sekarang telah membuka jalan,” tambah Trenchev yang memprediksi sekitar 10 persen dari perusahaan S&P 500 akan berinvestasi dalam Bitcoin pada akhir tahun 2022.
Selain itu, Tesla juga mengatakan akan mulai menerima koin digital sebagai bentuk pembayaran untuk pembelian mobil listrik produksi perusahaan. “Kami berharap untuk mulai menerima Bitcoin sebagai bentuk pembayaran untuk produk kami dalam waktu dekat, tunduk pada hukum yang berlaku, dan awalnya hanya berlaku terbatas,” kata Tesla dalam pernyataan resminya kepada otoritas pasar modal AS.
Akibatnya, harga Bitcoin melonjak ke level tertinggi sepanjang masa setelah Tesla Inc. menyatakan telah membeli aset cryptocurrency senilai US$1,5 miliar.
Informasi dari Bloomberg, Bitcoin naik hingga 16 persen ke level tertinggi sepanjang masa di level US$44.795,20 sebelum kemudian melandai menjadi 12 persen ke US$43.218,69 pada pukul 20.59 WIB.
Investasi Besar Bitcoin
Lonjakan ini terjadi setelah Tesla telah menginvestasikan US$1,5 miliar dalam bentuk Bitcoin. Selain Tesla Inc. perusahaan MicroStrategy Inc. juga telah melakukan investasi serupa ke dalam Bitcoin dengan menghabiskan sekitar US$1,1 miliar untuk membeli token tersebut. Sedangkan pada bulan Oktober 2020, Square Inc., yang dipimpin oleh pendukung aset kripto Jack Dorsey mengumumkan bahwa mereka mengubah membeli koin digital tersebut senilai US$50 juta dari total asetnya pada kuartal kedua tahun 2020.
Perjalanan Bitcoin menuju rekor telah ditandai dengan perubahan besar yang terus memicu ketidakpastian terhadap prospek koin digital ini. Beberapa pihak memperkirakan penguatan ini hanya permainan spekulan semata. Di sisi lain, pihak lainnya mengatakan reli Bitcoin akan bertahan lama menyusul minat investor jangka panjang yang tinggi.
Sebelumnya, CEO Tesla, Elon Musk di Twitter beberapa pekan lalu mempopulerkan aset kripto melalui Twitter. Dalam kicauannya pada pertengahan Desember 2020, Elon Musk mengungkap bahwa kripto Dogecoin adalah aset kripto favoritnya. Kicauan itu membuat harga Dogecoin melesat tinggi. Rekomendasi Elon Musk membuat popularitas Dogecoin naik dengan cepat dalam waktu setahun terakhir.
Dihitung secara tahunan atau year on year (YoY), harga kripto Dogecoin sudah naik 592 persen. Sedangkan dalam 3 hari ini, kenaikan harganya mencapai 150 persen.
Perlu dicatat, harga kripto Dogecoin pada Januari 2020 masih Rp 28 dan saat ini melambung menjadi Rp 194. Itu bukan pertamanya Elon Musk menyinggung kripto Dogecoin. Pada 18 Juli 2020, Musk mengunggah cuitan “Tak terhindarkan” beserta ilustrasi standar dogecoin yang menelan sistem keuangan global. Usai cuitan tersebut, harga dogecoin naik 14 persen.(Ken)
Sumber Gambar : ilustrasi Pixabay























Discussion about this post