JAKARTA-MEDIAINI.COM – Miliarder pendiri Alibaba.com, Jack Ma tengah dicari banyak orang karena keberadaannya yang tiba-tiba tak terlacak. Banyak pemberitaan menyebutkan ketidakhadiran Jack Ma terkait dengan kritikannya bulan Oktober lalu ke pemerintah China. Hal ini santer jadi banyak perbincangan sehingga menimbulkan dugaan Jack Ma dalam pengawasan pemerintah.
Bulan Oktober lalu, Jack Ma disebut menyampaikan kritikan yang cukup tajam. Ia menginginkan perubahan atau reformasi terutama pada sistem finansial yang dioperasionalkan oleh pemerintah. Ditambah dengan munculnya video prediksi hilangnya taipan tersebut dalam beberapa bulan semakin menguatkan pemberitaan mengenai Jack Ma. Bahkan mencuat berbagai informasi yang mengatakan bahwa kemungkinan Jack Ma tengah mengakhiri kesuksesannya sendiri.
Dikutip dari Real Vision, Miles Kwok pebisnis bahkan mengatakan jika ada kemungkinan masalah besar yang dapat terjadi ketika bersinggungan dengan pemerintah. Antara mendapatkan hukuman penjara atau mati. Saat ini, Jack Ma praktis mengundurkan diri sebagai ketua eksekutif Alibaba sejak 2019 lalu dan tidak lagi memegang peran dewan di salah satu perusahaan yang ia dirikan.
Melacak Keberadaan Jack Ma
Namun, Jack Ma masih memegang saham individu terbesar Alibaba dengan hampir 5 persen yang bernilai sekitar 25 miliar dollar AS (Rp 348 triliun). Dikutip dari CNBC, Selasa (5/1), menurut sumber terpercaya Jack Ma tidak hilang seperti dugaan pemberitaan yang ada. Jack Ma dianggap sengaja tidak muncul dan diperkirakan akan memakan waktu beberapa lama.
Belum ada ketegasan dari pernyataan sumber tersebut. Meski begitu, Partai Komunis China juga telah mengonfirmasi kabar tersebut dengan mengatakan Jack Ma yang pernah menjadi guru bahasa Inggris tidak sedang mengalami konflik hukum.
Sementara, dilansir dari Sky News, seorang konsultan bisnis di Shanghai, Shaun Rein menyebutkan pernah bicara dengan petinggi Alibaba dan orang-orang yang kenal baik dengan Jack Ma. Dari informasi yang diterima Rein, dikabarkan bahwa Jack Ma tidak sedang mengalami masalah hukum. Alasan utama Jack Ma diam selama lebih dari dua bulan terakhir karena ingin mengoreksi kesalahannya.
Kabar mengenai Jack Ma menghilang berhembus dari absennya milyarder ini pada babak final program reality show-nya, Africa’s Business Heroes, di mana ia menjadi juri. Publik pun mengaitkannya dengan kritikan tajam yang dilontarkan kepada pemerintah.
Tak hanya menghilang, foto-fotonya juga dihapus dari situs web acara tersebut. Jack Ma termasuk vokal dalam mengkritik Pemerintah China. Jack Ma setelah berbicara dalam sebuah forum di Shanghai, 24 Oktober 2020, mengkritik bank di China beroperasi layaknya rumah gadai karena harus memberikan jaminan terkait dengan kredit.
Sementara itu, regulasi perbankan yang berlaku dinilainya menghambat inovasi dan harus direformasi guna mendorong ekonomi.
Pria berusia 56 tahun itu juga menyerukan reformasi sistem yang menurutnya telah menghambat inovasi bisnis. Dia menyamakan peraturan perbankan global dengan ‘klub orangtua’.(Ken)























Discussion about this post