JAKARTA, MEDIAINI.COM – Sejak diberlakukannya aturan sekolah dari rumah, penerapan aktivitas sekolah resmi dilakukan di rumah untuk meminimalisir rantai penyebaran virus COVID-19. Namun pada praktiknya, pelaksanaan aktivitas sekolah di rumah mengalami banyak kendala, baik bagi murid maupun guru.
Kendala yang dihadapi pun beragam, mulai dari masalah teknis, hingga belum matangnya kemampuan pengajar. Hal ini lah yang akhirnya mendasari Komunitas Arsa Jakarta untuk mengadakan Sharing and Virtual Educating (SAVE) perdana pada tanggal 21 November 2020 lalu
Padukan Konsep Belajar Online dan Offline
Diwawancara secara ekslusif oleh Mediaini.com, Jastino Putra Pratama, Regional Leader Komunitas Arsa Jakarta menjelaskan jika ide awal diadakan SAVE ini berasal dari sebuah ruang obrolan tentang kekhawatiran Komunitas Arsa Jakarta terhadap masalah pembelajaran jarak jauh yang kerap kali dihadapi oleh siswa maupun guru di sekolah. Terutama bagi sekolah-sekolah yang berada di pinggiran kota.
“Salah satunya ditengah kesibukan orang tua untuk membantu proses belajar, kurangnya kemampuan guru, dan kurangnya fasilitas belajar jarak jauh terutama gawai yang kurang memadai, mebuat adik-adik hanya belajar sekenanya. Ini yang akhirnya menjadi alasan kita untuk bergerak.” Terang Jastino.
Berlokasi di Rumah Pelangi, Kp. Babakan, Desa Sukamekar, Sukawangi, Bekasi, kegiatan yang mengusung tema fun educating ini memadukan konsep belajar online dan offline.
Diantaranya ada dongeng virtual dan virtual lesson yang berisi pelajaran Bahasa Inggris, Hidroponik, dan Bahasa Arab. Lalu ada juga pembelajaran luar ruang seperti senam bersama, penyuluhan cuci tangan, praktik sikat gigi, jelajah kampung, dan berbagai kegiatan luar ruang khas Komunitas Arsa Jakarta.
“Kita perbanyak kegiatan belajar luar ruang, mengingat kondisi di tengah pandemi ini.” Tambah Jastino.
Maksimal Terapkan Protokol Kesehatan
Sadar bahwa SAVE dilakukan di tengah pandemi, membuat Komunitas Arsa Jakarta menerapkan protokol kesehatan yang maksimal.
Dengan dibatasinya jumlah relawan yang ikut serta dalam pembelajaran offline, pengecekan suhu tubuh sebelum berkegiatan, cuci tangan dan penggunaan hand sanitizers secara berkala, serta wajib menggunakan masker merupakan bentuk konsistensi Komunitas Arsa Jakarta dalam pengaplikasian protokol kesehatan.
Tak hanya itu, Komunitas Arsa Jakarta juga memberikan bantuan berupa perlengkapan sekolah, vitamin, makanan, dan snack bergizi untuk lima puluh orang adik-adik di Rumah Pelangi, Bekasi.
Jastino juga menambahkan, meskipun fokus Komunitas Arsa Jakarta kali ini hanya kepada adik-adik, tapi tidak menutup kemungkinan bagi Komunitas Arsa Jakarta akan memberikan bantuan kepada para lansia.
Hal ini merupakan bentuk kebiasaan Komunitas Arsa Jakarta tiap kali mengadakan event SAFE sebelum pandemi.
“Walaupun kali ini fokus kita kepada adik-adik, jika memungkinkan nantinya bantuan akan kami titipkan kepada lansia, karena mengingat lansia rentan sekali tertular virus COVID-19.” Ujar Jastino.
Semangat Bergerak untuk Pendidikan Indonesia
Salah satu relawan Komunitas Arsa Jakarta yang terjun langsung pada event SAVE kali ini, yaitu Anca mengatakan jika turut senang dengan adanya SAVE ini karena ditengah kesulitan belajar daring dan jenuhnya belajar dari rumah yang dirasakan adik-adik, Komunitas Arsa Jakarta dan para relawan dapat memberikan motivasi dan dukungan positif.
“Semoga kegiatan ini membuat kita semua sama-sama bergerak dan berkolaborasi untuk menyehatkan kembali ekosistem pendidikan di negeri ini dengan memberikan kontribusi versi terbaik kita.” Tutur Anca.
Komunitas Arsa Jakarta sangat berharap jika kegiatan SAVE ini dapat menjadi inspirasi bagi Komunitas Arsa regional lain untuk dapat menggerakkan lebih banyak orang baik yang ikut serta secara langsung maupun tidak langsung bagi pendidikan di Indonesia, karena hal ini sejalan dengan visi misi Komunitas Arsa yakni memutus mata rantai kemiskinan melalui pendidikan yang berkualitas dan kesehatan yang optimal.
Tak hanya itu, Komunitas Arsa Juga mempunyai harapan besar agar pemerintah dan masyarakat dapat menemukan metode yang tepat bagi para siswa tetap bisa belajar dengan nyaman selama pandemi dan aman dari penyebaran virus Covid-19.
Jastino juga menambahkan jika ke depannya tidak menutup kemungkinan bagi Komunitas Arsa Jakarta untuk mengadakan kegiatan serupa. (Apriliana Dwi)

























Discussion about this post