MEDIAINI.COM – Pijat mulai dikenal sebagai salah satu pengobatan tradisional yang sudah berkembang selama berabad-abad, mulai dari Tiongkok, Mesir, Jepang, Indonesia dan berbagai negara lainnya.
Manfaat dan hasilnya pun sudah terbukti dirasakan berbagai kalangan. Hingga kini menjadi salah satu kebutuhan penting dalam masyarakat.
Meskipun banyak yang mempercayakan kebutuhan relaksasi mereka pada pijat, masih banyak orang yang ragu atau malah takut untuk memesan layanan pijat karna banyaknya asumsi yang beredar mengenai pijat memijat. Berikut beberapa mitos tentang pijat :
1. Pijat Dimanapun Sama Saja
Faktanya pijat memiliki banyak fokus dan cabang, dimana semua layanan tersebut selalu memiliki tujuan. Contohnya, pijat relaksasi memiliki tujuan khusus untuk menenangkan tubuh dan pikiran.
Ada juga terapi pijat yang dilakukan berdasarkan pakem tertentu dan dalam aturan klinis yang diberikan oleh terapis profesional bersertifikat.
Terapis yang terlisensi untuk melakukan terapi pijat juga dapat menemukan titik masalah hanya dengan memijatnya, untuk kemudian diberikan perawatan hanya di bagian yang sakit dan titik yang berhubungan.
2. Letak Titik Pijat Tidak Berpengaruh
Faktanya setiap titik pijat memiliki manfaat yang berbeda-beda dan setiap pijatan diberikan dengan tujuan tertentu.
Contohnya ketika kita mengalami sakit di punggung kita namun yang dipijat justru bagian kaki.
Hal ini disebabkan karna ada titik pemijatan di daerah kaki yang berhubungan langsung dengan sumber masalah sakit punggung kita.
3. Efek Pijat Hanya Sementara
Fakta menyatakan efek pijat tidak hanya berpengaruh pada saat pemijatan saja. Terapis seharusnya tidak mengobati sakit dan nyeri pada saat itu saja, namun juga harus membuat pasien merasa lega, rileks dan nyaman setelah pijatan selesai. Hal ini dikarenakan memori jangka waktu yang cukup lama yang dimiliki oleh otot.
4. Pijat Hanya Untuk Mengobati atau Membenahi Otot
Faktanya pijat tidak hanya untuk mengobati atau memanipulasi otot saja. Karena dengan melakukan pemijatan pada lapisan jaringan penghubung otot, tulang dan organ, area yang kaku tersebut dapat diregangkan.
5. Tidak Boleh Menginterupsi Saat Proses Pemijatan
Sesungguhnya hal itu sangat berkebalikan dengan fakta. Mengutarakan apa yang kamu rasakan saat pemijatan sangatlah penting bagi terapis untuk menyesuaikan kekuatan penekanan dan halus kasarnya gerakan. Komunikasi yang baik seharusmya sudah terjadi bahkan sejak sebelum pemijatan dimulai.
6. Pijat Bukan Hal Tepat Untuk Migraine
Siapa bilang pijat tidak dapat digunakan untuk mengurangi rasa sakit dari migrain?
Justru pijat sangat baik sebagai pengobatan komplementer atau tambahan untuk mengobati sakit kepala sebelah.
Memberikan tekanan pada titik-titik tertentu di leher, bahu, dahi, kepala hingga kewajah, dapat memicu relaksasi otot.
7. Pijat Tidak Mempengaruhi Siklus Tidur
Pijat refleksi dikenal dapat meringankan ketegangan yang ada di tubuh. Disambing itu, ada teknik sendiri pada pijat refleksi yang ampuh untuk membantumu terlelap.
Titik-titik yang akan di fokuskan berada pada telapak kaki kita. Dalam refleksologi dinyatakan bahwa titik-titik refleks yang berada pada telapak kaki berhubungan langsung dengan seluruh organ tubuh kita.
Nah, sekarang sudah lebih mengerti mitos dan fakta seputar pijat memijat.
Zona Family Massage kini telah hadir di berbagai kota di Indonesia, seperti Yogyakarta, Jakarta Pusat, Jakarta Barat, Jakarta Selatan, Jakarta Timur, Jakarta Utara, Tangerang, Tangerang Selatan, Bogor, Depok, Bandung, Bekasi, Cikarang, Solo, Malang, Surabaya, Bali, Lombok, Palembang, Makasar, Balikpapan, Samarinda, dan Batam.
Juga melayanai berbagai layanan pijat panggilan 24 jam untuk kebutuhan relaksasi konsumen. Yuk pesan disini untuk pengalaman relaksasimu hari ini! (Apriliana Dwi)






















Discussion about this post