Hidup Sehat Dengan Hidroponik 

Share artikel ini

SEMARAMG, MEDIAINI.com – Hidup sehat dengan mengkonsumsi makanan sehat sudah menjadi gaya hidup. apa lagi disaat merebaknya virus corona atau covid -19 yang dimana kita harus mempertebal imun tubuh serta #staysafe.

Bercocok tanam adalah salah satu hal yang bisa dilakukan Kala sedang Work From Home (WFH). menanam sayuran tidak harus mempunyai lahan yang luas dengan pasokan air yang banyak.

Teknik hidroponik bisa diterapkan di rumah dengan lahan terbatas. hidroponik adalah budidaya menanam dengan memanfaatkan air tanpa menggunakan tanah dengan menekankan pada pemenuhan kebutuhan nutrisi bagi tanaman.

Wahyu (26) bersama istri mulai menerapkan hidroponik sejak 2018 di desa Gondangmanis, Kecamatan Bae, Kota Kudus, dengan label ‘Sayurku Hidroponik’. dia menekuni hidroponik ini, selain dikonsumsi sendiri juga sebagai lahan bisnis.

“Sistem hidroponik adalah salah satu sistem pertanian modern yang ada saat ini. dengan sistem ini, petani tidak harus matun (nyabut rumput) dan membajak tanah untuk menanam. dan yang paling penting, kenapa hidroponik kebanyakan digemari oleh kaum muda, adalah perawatanya yang mudah, serta untuk mengedukasi masyarakat pentingnya konsumsi makanan sehat tanpa pestisida”.

Terang Wahyu saat menjelaskan kepada Mediaini.com (4/4/2020).

Sedangkan teknik pemasaranya, Wahyu mengatakan kepada Mediaini.com lewat pesan pendek, untuk saat ini penjualan kami tawarkan langsung ke sekolah – sekolah, kantor – kantor dan instansi pemerintah yang ada di kota Kudus saja, karena produksi kami juga masih belum banyak.

Sayuran yang ditaman Wahyu saat ini adalah kangkung, bayar merah, bayar hijau, sawi pakcoy.

Selain menawarkan ke sekolah – sekolah dan kantor – kantor, ia mengaku juga mengikuti event mingguan seperti pengajian di aula Muhammadiah Kudus untuk pemasaran serta workshop.

“Sekali panen rata – rata 90 iket dengan masa panen kurang lebih 30 – 35 hari. Sedangkan harga kangkung dan bayam kami patek Rp. 3.500 / iket, sawi pakcoy Rp. 5.000 / iket”. Jelas Wahyu.

Ia juga menambahkan, untuk omzet per bulan, Rp. 1.500.000 dengan sistem panen per minggu dan ganti jenis sayurannya. Lumayan untuk ukuran usaha kecil yang sedang berkembang.

“Hal seperti ini memang seharusnya diterapkan. Selain tidak butuh lahan, hidroponik sangat menyehatkan”. Pungkasnya.

Sistem tanam media air atau hidroponik ini bisa menjadi solusi untuk menanam sayuran hijau dilahan terbatas seperti perkotaan.

Cara menanam dengan sistem hidroponik

1. Siapkan botol bekas minuman mineral berukuran 1 liter.

2. Alat pemotong yang bisa melubangi.

3. Sumbu atau bisa juga menggunakan kain.

4. Spon atau kapas

5. Bibit tanaman yang bisa dibeli ditoko pertanian atau penjual bunga.

Langkah pertama adalah potong botol tersebut menjadi dua bagian, lalu gabungkan dua bagian potongan tutup botol dengan cara membalik botol bagian atas. Kemudian gabungkan kedua botol menggunakan sumbu. pastikan bahwa sumbu dapat menyerap air. kemudian isikan media tanam pada bagian atas botol lalu tanamkan bibit tanaman pada media tanam (Spon).

Bercocok tanam di rumah selain bisa menekan pengeluaran, juga bisa berkontribusi dalam mengurangi polusi serta menyumbang asupan oksigen pada bumi.(Praditya Wibisono)