MEDIAINI.COM – Begitu banyak karya desain interior yang membuat decak kagum. Di Indonesia sendiri sudah banyak arsitek yang karyanya mendapatkan penghargaan baik lokal maupun internasional. Deretan nama bangunan seperti Menara Phinisi UNM karya Yu Sing, Museum Tsunami Aceh karya Ridwan Kamil, Perpustakaan Universitas Indonesia karya Budiman Hendropurnomo, adalah bukti nyata bahwa kemampuan arsitek Indonesia mampu bersaing dengan arsitek kelas internasional.
Belum lama ini, tanah air kembali harum namanya melalui dunia arsitektur. Delution, melalui karyanya yang berlokasi di gang sempit daerah Cipulir Kota Tangerang, mendapatkan penghargaan Architizer Awards kategori Small Architecture and Small Living.
Karya yang diberi nama The Twin itu merupakan konsep hunian sehat, efisien, dan realistis untuk kota padat penduduk. Proyek ini dibangun pada tahun 2019 dengan luas lahan 70 meter persegi dan luas bangunan 73 meter persegi.
Sekilas Tentang Delution
Adalah Muhammad Egha, Hezby Ryandi, dan Sanjaya Askaria yang mendirikan Delution di tahun 2013. Mengusung desain unik, Delution mengemban visi misi menjadi pelopor dan penggerak kemajuan peradaban Indonesia dalam perencanaan arsitektural dan desain interior pembangunan ruang ikonik. Pangsa pasar yang dituju Delution adalah masyarakat segala lapisan.
Dalam pergerakannya, Delution sudah menunjukkan kapasitasnya, baik di dalam negeri maupun luar negeri. Di tahun 2017 dan 2019, Delution mendapatkan penghargaan di New York dan LA pada kategori rumah kecil. Di tahun 2019 juga, Delution mendapatkan penghargaan di Spanyol pada kategori Green Architecture.
Fakta Seputar The Twin
Menurut penelusuran Mediaini.com, ada beberapa fakta menarik seputar The Twin. Beberapa di antaranya adalah:
1. Solusi Rumah di Gang Sempit
Delution menjadi solusi kehidupan masyarakat urban. Dimana di kota besar seperti Tangerang, warga selalu susah mendapatkan hunian sehat di lahan yang sempit. Nah, karya dari Delution, adalah solusi yang praktis. Egha menyebutkan bahwa proses pembangunan rumah unik tersebut dirancang dengan skema rumah tumbuh yang bisa selesai dalam tiga tahapan.
2. Rumah Percontohan di Perkampungan
Permasalahan utama dalam merancang rumah di perkampungan padat seperti Jakarta adalah pada bagian kesehatan. Namun The Twin, dibangun dengan penerapan konsep rumah sehat, efisien dan realistis. The Twin ini diharapkan menjadi proyek percontohan untuk hunian selanjutnya.
3. Cukup Murah
The Twin tidak menghabiskan begitu banyak dana dalam pembangunannya. Hanya dengan bermodalkan 400juta bangunan ini sudah berdiri dengan kokoh.
4. Menang Melalui Voting Terbuka
The Twin mendapatkan penghargaan melalui cara yang fair, yaitu voting terbuka. Dalam penghargaan bergengsi ini, The Twin bersanding dengan empat karya arsitek dunia yang karya-karyanya tidak bisa dipandang sebelah mata.
5. Milik Kakak Beradik
The Twin ini dibangun dan dihuni oleh dua keluarga, yang merupakan kakak beradik. Itulah sebabnya bangunan ini dinamakan The Twin. (Tri Puspitasari)



























Discussion about this post