MEDIAINI.COM – Bisnis Pertamini semakin menjamur. Kini hampir di setiap ruas jalan kecil, di pinggiran kota atau di dekat komplek perumahan, bertumbuh kios bensin mini ini. Meski Pertamini kian marak, namun belum banyak yang tahu kalau gerai bensin ini bukanlah bagian resmi dari Pertamina.
Anak usaha resmi dari Pertamina sendiri bernama Pertashop. Sebenarnya sistem bisnisnya hampir mirip dengan Pertamini, hanya saja Pertashop diakui keberadaannya oleh Pertamina.
Seluk Beluk Pertashop
Pertamina memiliki program One Village One Outlet (OVOO). Program ini bertujuan untuk mendistribusikan energi hingga ke level terkecil, yaitu desa. Selama ini desa memang seringkali tak tersentuh tangan-tangan Pertamina.
Bulan Februari lalu, melalui pers rilisnya, Pertamina resmi membuka peluang kemitraan dengan pemerintah desa maupun pelaku usaha kecil di Indonesia. Kemitraan ini untuk mewujudkan lahirnya Pertashop di desa-desa di seluruh Indonesia.
Seperti Pertamini, Pertashop adalah gerai bensin eceran resmi milik Pertamina. Karena berada di naungan Pertamina secara langsung maka kualitas bensin, harga, hingga keakuratan pun telah distandarisasi oleh Pertamina.
Adapun Pertamina memiliki tiga paket kemitraan Pertashop yang bisa dipilih oleh pelaku bisnis, yaitu paket Gold, Platinum, dan Diamond. Kemudahan perizinan usaha ini telah dijamin Pertamina. Sebab, Pertamina telah bekerja sama dengan Kemendagri untuk memuluskan program kemitraan ini.
Paket Gold
Untuk bergabung di paket Gold, dibutuhkan biaya kemitraan sebesar Rp80 juta jika menggunakan skema CODO. Dalam skema ini, Pertamina berperan sebagai investor dan mitra bertanggung jawab jadi operasionalnya. Sedangkan dengan skema DODO, dibutuhkan modal Rp250 juta. Dalam skema ini semua biaya dibebankan ke mitra, baik investasi maupun operasional.
Kategori Gold ini membutuhkan lahan sekitar 144 meter persegi, dengan lokasi dari desa ke SPBU terdekat minimal 10 kilometer atau sesuai dengan hasil evaluasi dari Pertamina. Paket ini nantinya akan mendapatkan 400 liter bahan bakar setiap harinya.
Paket Platinum
Kemudian untuk paket Platinum, dibutuhkan biaya berkisar Rp500 juta. Dalam pelaksanaannya nanti, pelaku bisnis bisa memilih skema CODO ataupun DODO.
Di paket ini pelaku bisnis perlu menyiapkan lahan 200 meter persegi. Di samping itu juga harus memiliki 10 KL tangki penyimpanan bahan bakar. Lokasinya bisa berada di kecamatan, namun dengan syarat belum ada pom bensin di kecamatan tersebut. Per harinya akan ada pengiriman 1.000 liter bahan bakar dari Pertamina.
Paket Diamond
Di paket Diamond, pelaku bisnis membutuhkan modal Rp700 juta. Paket ini membutuhkan luas lahan sebesar 500 meter persegi. Di lahan tersebut juga harus tersedia tangki penyimpanan sebesar 10 KL. Lokasinya bisa berada di kecamatan yang belum tersentuh SPBU. Tiap harinya, Pertamina akan mengirim sekitar 1.000 liter bahan bakar per hari.
Cara Mendaftar Kemitraan Pertashop
Untuk menjadi mitra Pertamina, pelaku usaha dituntut telah memiliki badan usaha atau badan hukum, kelengkapan dokumen, memiliki lahan, dan mengantongi rekomendasi dari kepala desa. Sedangkan kriteria lokasi lahan meliputi akses jalan yang memadai, jaringan listrik, serta potensi bisnis yang baik.
Untuk mendaftar menjadi mitra Pertashop pelaku bisnis bisa langsung mengakses website resmi Pertamina di laman https://kemitraan.pertamina.com/. Kemudian klik daftar calon mitra, lalu mulai menginput data-data pendukung. Setelah itu lanjut ke menu registrasi, untuk menginput data perusahaan seperti nama, alamat email, nomor telepon dan seterusnya.
Nantinya pelaku bisnis akan mendapatkan nomor registrasi di website. Cek sms untuk mengetahui kode aktivasi. Jika sudah, bisa melanjutkan mengecek email dari Pertamina dan klik tombol aktivasi akun.
Setelah itu, silahkan isi profil pengusaha mulai dari nama lengkap, riwayat pendidikan, juga pekerjaan saat ini. Lalu selanjutnya mengisi profil perusahaan, seperti performa perusahaan dan finansial perusahaan. Kemudian mengisi lokasi usaha secara spesifik seperti bentuk kontur lahan, peta, kondisi terkini dan lain sebagainya.
Setelah selesai, Pertamina akan melakukan proses verifikasi awal mulai dari kesiapan perusahaan dan kesiapan lahan. Jika lolos, maka akan dilakukan verifikasi lapangan. Di fase ini, seluruh data yang telah dicatat akan dicek validasinya oleh pekerja lapangan. Terakhir, tunggu update terkini dari Pertamina apakah pelaku bisnis dinyatakan layak atau tidak. (Chelsea Venda)
Baca juga : Melirik Bisnis Pertamini, Cara Memulai dan Modalnya



























Discussion about this post