MEDIAINI.COM – Aplikasi Artivive baru-baru ini menjadi perbincangan hangat di dunia daring. Artivive dikatakan bisa membuat uang pecahan baru Rp75 ribu keluaran Bank Indonesia yang terlihat biasa saja menjadi luar biasa.
Sebab uang tersebut jika di-scan menggunakan Artivive, akan menampilkan video lagu Indonesia Raya. Proses ini dinamakan dengan augmented reality, yakni penggabungan benda dunia maya ke dalam dunia nyata melalui proyeksi tertentu.
Sebelumnya, teknologi serupa juga dipakai oleh BTS. Boyband asal Korea Selatan tersebut menerapkan teknologi ini di foto para membernya. Ketika foto para member tersebut di-scan akan langsung memunculkan animasi tertentu.
Teknologi Dunia Marketing
Augmented reality atau AR telah menjadi strategi marketing dan sales yang kian marak digunakan. Sebab, dengan teknologi AR, pelanggan akan dimudahkan ketika akan memilih sebuah produk.
Promosi secara fisik, dalam artian menggunakan brosur atau banner memang masih sering digunakan. Namun, cara ini memiliki beberapa keterbatasan. Jika menggunakan AR, keterbatasan yang dimiliki oleh brosur dan banner tersebut bisa dilengkapi dengan adanya animasi atau virtual video yang akan muncul ketika banner tersebut di-scan.
AR juga berguna untuk produk fesyen, pelanggan bisa menjajal baju dan celana secara virtual terlebih dahulu untuk mencocokkan warna, sebelum akhirnya membeli barang tersebut.
Bahkan AR juga dianggap mampu menghasilkan pengalaman yang lebih nyata. Misalnya, teknologi AR yang digunakan untuk melihat mengelilingi rumah yang akan dijual. Pelanggan bisa melihat isi rumah secara lebih leluasa sekaligus mendapat berbagai informasi penting lainnya.
Tak jarang, penggunaan AR di sebuah brand menjadi viral. Misalnya yang dilakukan oleh Pepsi, mereka memasang AR di sebuah jendela bis kota. Di jendela tersebut, penumpang bisa melihat UFO dan berbagai robot yang seolah sedang berkeliaran di kota.
Era Pemasaran Baru
AR disebut-sebut jadi strategi pemasaran yang cemerlang di masa depan. Pasalnya, AR dapat mengalihkan perhatian orang dalam waktu sekejap. Sebab, gambar atau video maya yang ditampilkan di lingkungan nyata akan membuat banyak orang tertarik dan berganti fokus ke hal tersebut.
Selain itu, AR memungkinkan sebuah brand untuk menghadirkan produk-produknya dimanapun dan kapanpun. Hal ini membuat customers bisa lebih leluasa dalam memahami produk, mulai dari kelebihan, desain, dan fungsinya.
Disadari atau tidak, hal itu akan meningkatkan awareness terhadap brand itu sendiri. Kemudahan dalam melihat dan menilai sebuah produk akan membuat customers melangkah ke tahap selanjutnya, yakni membeli produk.
Indonesia sendiri telah memiliki perusahaan yang fokus di bidang AR sejak tahun 2009. Perusahaan bernama AR&Co ini bahkan telah mendapat penghargaan Auggie dari kategori Kampanye Terbaik di Augmented World Expo di Amerika.
Menurut Peter Shearer, Managing Director AR&Co, teknologi AR mulai banyak digunakan di Indonesia. Penggunaan AR untuk sebuah pemasaran pun beragam. Ia menyebut ada yang ingin menciptakan awareness, meningkatkan penjualan, traffic, hingga aktivasi merek.
Bahkan teknologi ini tak hanya terbatas pada aktivitas bisnis saja tetapi juga politik. Calon Presiden Nigeria waktu itu, Muhammadu Buhari, juga menggunakan AR dalam kampanyenya. Capres yang telah berumur 84 tahun itu memanfaatkan AR agar lebih dekat dengan pendukungnya.
Melalui AR sosoknya bisa muncul dimana-mana, mulai dari logo partai, iklan koran, hingga papan reklame. Ketika kamera melakukan scan tempat-tempat tersebut, capres itu akan muncul dan menayangkan video berisi visi misi selama beberapa menit. Setelahnya, pendukungnya bisa bebas berfoto dengan capres tersebut.
5 Brand Pakai AR Sebagai Media Promosi
Berdasar penelurusan Mediaini.com, berikut adalah beberapa merek yang menggunakan teknologi AR sebagai jalan promosi bisnisnya.
1. Ikea
View this post on Instagram
Ikea telah membuat aplikasi khusus yang dapat memudahkan pelanggannya dalam memilih perabotan rumah. Di dalam aplikasi tersebut pelanggan bisa memilih katalog dari produk Ikea, sekaligus mencoba menempatkannya di dalam sebuah ruangan. Jadi pelanggan bisa melakukan mix and match secara lebih realistis sebelum akhirnya membeli barang tersebut.
2. Toyota
View this post on Instagram
Brand mobil ternama ini telah membuat aplikasi bernama Hybrid AR sejak tahun 2009. Lewat aplikasi ini, pelanggan akan melihat detil dari model terbaru dari sebuah mobil keluaran Toyota. Mulai dari fitur, tenaga, kapasitas tangki hingga bagaimana cara kerja mobil tersebut ketika berkendara.
3. Dulux
View this post on Instagram
Memilih warna baru pada dinding rumah bukanlah hal mudah. Sebab, ketika warna yang dipilih tak cocok, biaya yang dikeluarkan untuk mengecat ulang tak sedikit. Oleh sebab itu, Dulux memanfaatkan AR untuk membantu memecahkan masalah tersebut. Pelanggan bisa mencoba mengaplikasikan warna cat ke tembok secara virtual terlebih dahulu.
4. Adidas
View this post on Instagram
Merek sepatu ini telah bekerja sama dengan Snapchat untuk mengembangkan AR. Melalui aplikasi ini, pelanggan bisa melihat sekaligus mencoba berbagai sepatu keluaran adidas secara virtual. Fungsinya mirip seperti unboxing singkat, sebelum akhirnya memutuskan membeli atau menjajal sepatu varian lain.
5. Sephora
View this post on Instagram
AR juga bisa diterapkan di dunia kecantikan. AR akan membantu pelanggan Sephora untuk melihat dan memilih warna lipstik yang cocok. Sephora menggunakan teknologi Modiface yang akan memindai bibir dan mata sebelum tersentuh kuas make up. (Chelsea Venda)
Baca juga : Viral Uang 75 Ribu Bisa Bernyanyi Menggunakan Teknologi AR, Ini Tanggapan BI



























Discussion about this post