7 Kisah Jatuh Bangun Pengusaha Indonesia Bertahan dengan Bisnisnya

7 Kisah Jatuh Bangun Pengusaha Indonesia Bertahan dengan Bisnisnya

MEDIAINI.COM – Jatuh bangun pengusaha menjadi warna tersendiri ketika menjalankan sebuah bisnis. Mempertahankan bisnis memang bukan sesuatu yang mudah, perlu semangat pantang menyerah yang tinggi dan tekad yang kuat.

Bahkan Founder Microsoft Bill Gates juga mengalami hal serupa. Beberapa tahun sebelum sukses dengan Microsoft, ia membangun perusahaan bernama Traf-O-Data. Namun produk yang ditujukan untuk mengolah data tersebut ternyata tidak berhasil dan mengalami kegagalan. Semangatnya yang tinggi membuat ia pantang menyerah. Ia kemudian membangun Microsoft dan kini menjadi salah satu perusahan paling berpengaruh di dunia.

Kegagalan demi kegagalan juga menyelimuti pengusaha di Indonesia, namun justru jatuh bangun para pengusaha ini yang akhirnya berbuah manis. Berikut beberapa nama pengusaha yang sempat mengalami jatuh bangun sebelum akhirnya sukses:

Gibran Rakabuming

Setelah lulus dari kuliahnya di University of Technology Sydney, Australia, Gibran memutuskan untuk membuka sebuah usaha di Solo. Ia memulai bisnisnya dengan membuka katering Chilli Pari pada tahun 2010. Usahanya ternyata sempat ditolak oleh ayahnya sendiri, Joko Widodo, yang lebih menginginkan ia meneruskan usaha mebelnya.

Namun karena ingin mandiri, Gibran tetap memilih bisnis kateringnya. Tak cukup hanya itu, Gibran juga membangun bisnis kuliner Markobar. Kini rata-rata penjualan per harinya sampai 150-200 loyang. Sukses dengan dua usahanya, ia juga melangkah membuka usaha barunya yakni CS Coffee Shop dan juga gerai ceker ayam.

Putri Tanjung

Putri Tanjung adalah salah satu anak muda yang memilih untuk terjun dan membangun usahanya sejak usia yang masih belia. Ia memulainya dengan menjadi Event Organizer acara ulang tahun temannya.

Berbekal pengalaman tersebut, Putri pun memilih untuk melebarkan skala usahanya dan mengganti nama usahanya menjadi Creativepreneur Corner. Acara perdananya yaitu “Mandiri Creativepreneur Corner 2014” ternyata sukses digelar. Terlepas dari nama besar sang Ayah, Chairul Tanjung, Putri membuktikan jika dirinya bisa sukses dengan usahanya sendiri.

Memulai usaha di usianya yang terbilang sangat muda membuat Putri sering dianggap remeh. Belum lagi ide-idenya yang terkadang dianggap tidak masuk akal atau nyeleneh. Tidak hanya itu, Putri juga pernah merasakan proposal kerja samanya ditolak dengan berbagai alasan.

Bob Sadino

Sebelum sukses, Bob Sadino bekerja sebagai karyawan selama 9 tahun. Hingga sampai pada titik ia bosan menjadi karyawan kemudian banting stir menjadi seorang pengusaha. Usaha pertama yang dirintisnya adalah bisnis penyewaan mobil, dengan hanya bermodalkan satu mobil Mercedes yang ia supiri sendiri.

Namun karena musibah kecelakaan yang menimpanya saat mengemudikan mobil yang disewakannya itu, bisnis itupun berhenti di tengah jalan. Ia kemudian beralih ke bisnis usaha ayam dan telur negeri.

Bisnis telurnya tersebut akhirnya berbuah manis dan ia mengembangkan sayap dengan menjual daging dan sayuran hidroponik. Berkat keuletannya, bisnis tersebut sukses dan ia pun mendirikan Kem-Chicks, supermarket ternama yang menjual berbagai macam produk peternakan dan pertanian.

Susi Pudjiastuti

Perempuan yang pernah menjabat sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan RI ini terkenal sebagai pengusaha yang tegas. Perjalanannya dimulai ketika ia berhenti sekolah SMA lalu terjun ke dalam usaha pakaian dan bed cover. Karena hasrat keingintahuan dan mau berkembangnya besar, Susi pun beralih ke bisnis usaha perikanan.

Ia melihat potensi wilayahnya, yakni Pangandaran, memiliki peluang besar. Ia pun nekat menjual perhiasannya dan berhasil mengumpulkan Rp 750 ribu sebagai modal pertamanya. Meski sempat tersendat, Susi akhirnya sukses menguasai bursa pelelangan ikan dan merambah ke pasar ekspor.

Karena bisnis perikanannya membutuhkan alat transportasi cepat, Susi pun berinovasi untuk membangun maskapai sendiri. Tak lama, Susi langsung langsung merambah ke bisnis penerbangan.

Yasa Singgih

Yasa Singgih sudah memulai bisnisnya sejak usia yang belia. Sejak berusia 15 tahun, setelah ayahnya terkena serangan jantung dan harus dioperasi, ia mulai mencari uang sendiri dengan menjadi pembawa acara di berbagai acara ulang tahun dan musik.

Sempat jatuh bangun dan diremehkan orang, hingga rugi ratusan juta rupiah dari berbagai bisnis. Tapi semangat pantang menyerahnya menghantarkannya ke dalam ladang sukses.

Kini akhirnya ia berhasil membangun brand pakaian sendiri dengan mengusung nama Mens Republic. Selain itu, ia juga mengelola usaha konsultasi manajemen bernama MS Consulting serta kompleks perumahan dalam bentuk kavling tanah di Bogor.

Nicholas Kurniawan

Kebanyakan pengusaha sukses memang memiliki semangat dan gebrakan sedari muda. Jatuh bangun di usia dini, pantang menyerah, baru kemudian mengulang cuan. Seperti halnya yang dialami Nicholas Kurniawan.

Nicholas memulai bisnisnya di usia belasan tahun. Sempat mencoba berbagai bisnis mulai dari asuransi, makanan, MLM, dan mainan, jatuh bangun dan bahkan sempat tidak naik kelas saat kelas 2 SMA.

Ia tapi terus bangkit dan mencari-cari cara dan bentuk usaha lain. Sampai pada akhirnya ia mencoba peruntungannya dengan menjual ikan hias secara online melalui situs Kaskus. Siapa sangka, akhirnya ia malah menjadi eksportir ikan hias sukses dengan keuntungan mencapai Rp 100 juta dalam sebulan.

Hamzah Izzulhaq

Ia adalah direktur utama dari CV Hamasa Indonesia. CV Hamasa Indonesia adalah sebuah perusahaan yang bergerak di bidang kerajinan sofa bed, dan usaha franchise bimbingan belajar. Ketika SMA ia mulai berjualan pulsa, jual makanan, buku pelajaran, dan masih banyak lagi yang lainnya.

Di masa SMA-nya ia bahkan berani membeli bisnis bimbingan usaha milik kakak kelasnya seharga Rp 150 juta, meski waktu itu ia hanya memiliki uang Rp 5 juta. Berkat kegigihannya ia berhasil mengembangkan bisnis bimbingan usaha tersebut hingga memiliki 5 cabang.

Rahasia Sukses Berbisnis

Belakangan kegiatan promosi yang dilakukan secara halus lebih disukai. Promosi yang dilakukan dengan sebuah cerita yang menarik, seolah-olah hanya sedang bercerita, namun di dalamnya terselip materi promosi jauh lebih efektif karena membuat banyak orang tertarik.

Selain itu, memberi kejutan bagi pembeli juga dapat meningkatkan ketertarikan pembeli. Menurut Robert B. Cialdini dalam bukunya Influence – The Psychology of Persuasion (1994), strategi ini disebut taktik timbal balik dimana konsumen akan termotivasi untuk membalas kebaikan yang diberikan oleh penjual (berupa diskon atau hadiah gratis).

Yang terakhir adalah konsistensi. Konsistensi produk, kualitas, dan identitas perusahaan (logo, jenis tulisan, warna khas, dan karakteristik lainnya) akan membuat konsumen mengingat sebuah produk dengan mudah. Salah satu adalah McDonald’s yang memiliki konsistensi produk yang sangat baik. Warna merah dan kuning serta huruf “M” selalu mengingatkan kita pada McDonald’s. (Chelsea Venda).

Exit mobile version