MEDIAINI.COM – Kondisi new normal yang kini sedang dijalankan terus mengubah pola konsumsi masyarakat menjadi gemar melakukan transaksi perdagangan online. Perubahan ini memicu nilai transaksi e-commerce meningkat drastis.
Menurut Analytic Data Advertising (ADA), aktivitas belanja online naik 400 persen sejak awal pandemi pada bulan Maret 2020. Bank Indonesia juga mencatat transaksi pembelian melalui e-commerce sebanyak 98,3 juta. Angka ini naik 18,1 persen dibanding bulan Februari.
Menguasai Teknologi
Dari data di atas, terlihat jelas bahwa bisnis online memang makin banyak dilirik oleh para pebisnis. Sistem online dinilai lebih efektif untuk berjualan dibanding sistem konvensional. Hal ini karena bisnis online tidak perlu menyewa tempat untuk berjualan, selain juga karena kepraktisannya dalam melakukan transaksi.
Jika Anda berkeinginan terjun ke dalam bisnis online, maka harus mengerti seluk beluk bisnis secara daring ini agar Anda tak kalah dengan kompetitor. Karena bisnis secara daring berbeda dengan bisnis secara konvensional. Satu yang pasti, Anda harus melek teknologi.
Karena Anda setidaknya harus bisa menjalankan aplikasi media sosial untuk sarana penjualan. Jika ingin lebih serius, Anda juga harus mengelola website khusus. Karena menurut survei Verisign, 56 persen orang tidak mempercayai bisnis online yang tidak memiliki website.
Beberapa Langkah Efektif Memulai Bisnis
Berikut 7 cara efektif sebelum memulai terjun ke bisnis online :
- Perhatikan produk yang dijual
Hal pertama yang dilakukan adalah dengan memahami produk apa yang akan dijual dengan sedetail-detailnya. Pahami selera pasar saat ini, apakah produk yang akan dijual bisa mendatangkan banyak pembeli atau tidak. Manfaatkan fitur Google Keyword Planner untuk melihat seberapa besar antusiasme orang terhadap produk yang akan dijual.
- Riset kompetitor
Mengetahui kompetitor berarti memenangkan sebagian peperangan. Riset kompetitor di berbagai marketplace seperti Shopee, Tokopedia, Lazada dan lainnya. Gunakan data tersebut untuk mengetahui keunggulan dan kelemahan produk kompetitor.
- Membangun brand
Pemilihan nama brand dan logo menjadi faktor yang krusial. Nama dan logo ini akan merepresentasi kegiatan usaha yang sedang dijalankan. Nama dan logo yang mudah diingat dan kualitas produk yang tinggi akan membuat konsumen yakin untuk membeli sebuah produk.
- Pemasaran yang efektif
Saat ini strategi pemasaran lewat digital sangat berpengaruh, terutama via sosial media. Saat ini media sosial seperti Facebook dan Instagram menawarkan ads atau iklan berbayar yang dapat membantu sebuah produk semakin dikenal luas.
- Reseller atau dropshipper
Jika belum memiliki modal banyak, menjadi reseller atau dropshipper merupakan pilihan yang tepat. Secara sederhana reseller hanya perlu memasarkan produk dari pemilik aslinya. Nantinya ketika ada pembeli, barang akan dikirim dari pemilik aslinya ke konsumen, kemudian reseller mendapatkan untung dari margin harga produk tersebut.
- Lakukan promosi
Lakukan promosi potongan harga atau promo gratis ongkos kirim. Beberapa orang tidak tahan melihat diskon ataupun bebas ongkos kirim karena dinilai menguntungkan dirinya.
- Melihat kualitas
Penjualan online membuat pembeli tidak melihat produk secara langsung. Maka, kepercayaan pembeli yang sudah memilih produk harus dijaga dengan mempertahankan kualitas. Jika pembeli puas, ia akan dengan senang menceritakan kepuasannya kepada link terdekatnya. (Chelsea Venda)


























Discussion about this post