Bisnis Baju Tidur Anak 2022, Cara Memulai dan Tips Sukses

bisnis baju tidur anak

MEDIAINI.COM – Bisnis baju tidur anak bisa jadi pilihan untuk menambah pemasukan tambahan. Bisnis fashion ini sendiri tidak pernah surut. Pasalnya, kebutuhan akan item fashion tidak akan ada habisnya. Pakaian merupakan kebutuhan primer yang harus dipenuhi dan dibeli berkali-kali.

Selain karena item fashion yang tidak akan ada habisnya, bisnis ini juga dapat dijalankan dengan modal kecil. Apalagi saat ini berjualan dapat dilakukan secara online. Anda bahkan dapat memulainya tanpa modal dengan menjadi reseller atau dropshipper. 

Alasan selanjutnya adalah harga yang fleksibel. Dalam mematok harga pakaian atau fashion tidak ada patokan khusus. Jadi Anda pun dapat menentukan harga produk Anda sendiri. Untuk itu, Anda dapat menyesuaikan dengan besaran modal dan kualitas yang ditawarkan.

Selain itu, ide fashion juga tidak terbatas. Anda dapat membuat tren fashion sendiri. Bahkan, Anda dapat mengikuti tren dengan mengembangkan ide dari Anda. Jadi dalam bisnis ini, unsur kebaruan dalam produk terus ada. Pelanggan Anda pun tidak akan bosan.

Cara Memulai Bisnis Baju Tidur Anak

1. Supplier

Langkah pertama dalam memulai bisnis baju tidur anak adalah mencari supplier. Dengan mendapatkan supplier tangan pertama, Anda pun bisa mendapatkan harga yang jauh lebih murah.

2. Ikuti Tren

Langkah kedua dalam memulai bisnis baju tidur anak adalah mengikuti tren. Jika Anda menjual produk baru yang diminati oleh pasar, tentu peluang lakunya lebih besar. Untuk itu ikutilah tren.

3. Punya Brand Sendiri

Anda juga bisa memiliki nama brand sendiri. Degan memiliki nama brand sendiri, bisnis yang tengah Anda kembangkan akan tampak lebih profesional. Otomatis calon pelanggan pun tidak akan ragu.

4. Target Market

Menentukan target market adalah langkah keempat dalam memulai usaha baju tidur anak. Pasalnya, siapa target market akan mempengaruhi harga baju hingga kualitas yang ditawarkan.

5. Patok Harga

Di langkah kelima, saatnya Anda mematok harga. Kuncinya adalah ada kualitas, ada harga. Oleh karena itu, patoklah harga berdasarkan kualitas. Namun, pastikan Anda juga menyesuaikan harga pasar.

6. Kedepankan Kualitas

Kualitas baju tidur anak sangatlah penting. Pasalnya, akan mempengaruhi nyenyak tidaknya anak tidur. Ada baiknya Anda mengedepankan kualitas dalam bisnis fashion anak ini.

7. Promosi

Di langkah ke tujuh, lakukan promosi dengan maksimal. . Gunakan promosi melalui jalur online hingga offline. Buatlah media sosial dan juga lapak di beberapa situs e-commerce.

8. Reseller

Untuk meningkatkan angka penjualan, Anda dapat menjaring reseller Dengan semakin banyak reseller yang Anda miliki, produk yang Anda jual pun berpotensi lebih cepat laku.

9. Berjualan Offline dan Online

Langkah kesembilan dalam memulai bisnis baju tidur anak adalah mencari tempat berjualan. Anda juga dapat membuka toko fisik. Selain toko fisik, Anda juga bisa membuka toko online.

Tips Sukses Bisnis Baju Tidur Anak

Dalam menjalankan bisnis baju tidur anak, ada beberapa tips yang dapat Anda terapkan. Dengan menerapkan tips-tips berikut, kesempatan Anda untuk sukses pun lebih besar. Tips pertama adalah membuat konsep bisnis yang menarik. Konsep ini akan menjelaskan tentang produk anda secara keseluruhan. 

Tips kedua adalah menjual produk yang sesuai dengan karakter anak. Ada banyak anak yang menyukai tokoh superhero. Anda dapat menjual baju tidur dengan gambar superhero. Tips kedua adalah dengan mengedepankan mutu dari produk. Pasalnya, baju tidur yang nyaman akan meningkatkan kualitas tidur anak. 

Menyediakan produk dengan bahan yang aman adalah tips selanjutnya. Ada pun bahan yang aman untuk baju anak seperti adalah katun bambu. Sediakan juga baju tidur dengan bahan yang awet. Tentu saja ini yang paling disukai ibu-ibu karena jatuhnya hemat.

Menawarkan harga yang bersaing adalah tips selanjutnya dari Mediaini. Untuk itu, tetaplah berpatokan dengan harga pasar. Jangan lupa juga untuk kampanye di sosial media atau blog. Lakukan promosi yang gencar di sana sembari mencari pembeli yang potensial. (Tri Puspitasari)

Sumber Gambar : ilustrasi Pixabay

Exit mobile version