MEDIAINI.COM – Bisnis sewa villa bisa jadi pilihan untuk mencari cuan. Apalagi kini sedang tren untuk staycation atau liburan tanpa keluar dari penginapan. Jadi menyuguhkan villa yang nyaman dan cantik bisa menambah daya tarik penyewa.
Inilah alasannya kenapa orang lebih memilih villa daripada menginap di hotel. Pertama, karena villa lebih nyaman dibanding hotel. Apalagi jika villa yang Anda sewa memiliki kolam renang, jadi Anda bisa berenang bebas tanpa harus merasa diawasi oleh orang lain. Kedua, Anda dapat beristirahat tanpa merasa diganggu oleh room service yang biasanya ada di hotel. Sebab, ketika Anda menyewa villa, Anda bebas memilih mendapatkan room service atau tidak.
Anda juga tidak akan merasa terganggu oleh tetangga kamar karena tetangga kamar pastinya adalah teman atau keluarga Anda sendiri. Karena villa lebih besar daripada hotel. Maka bisa digunakan untuk beramai-ramai berlibur bersama keluarga besar atau teman-teman. Ketika Anda menyewa villa dan mengadakan acara, maka tetangga kamar lain tidak akan merasa terganggu. Bahkan villa ini dibentuk seperti rumah, sehingga Anda juga bebas melakukan berbagai kegiatan yang Anda sukai tanpa takut mengganggu orang lain.
Cara Memulai Bisnis Sewa Villa
1. Atur Perizinan Bisnis Penginapan
Sebelum Anda memulai bisnis sewa villa, salah satu poin penting untuk memulainya adalah menyelesaikan perizinan bisnis penyewaan villa. Beberapa dokumen yang harus dipersiapkan adalah Surat Keterangan Diri dari Pemohon, Salinan Akta Pendirian Perusahaan, Surat Izin Tempat Usaha, Surat Rekomendasi dari Instansi (IMB, Usaha Pariwisata), Hasil Pengecekan Hygiene dan Sanitasi, Uraian Singkat Perusahaan & Struktur Organisasi, Denah Lokasi. Dokumen tersebut ditujukan kepada Kantor Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu.
2. Gandeng Operator
Agar bisnis sewa villa makin ramai penyewanya, maka Anda juga bisa menggunakan jasa broker untuk mempromosikan informasi harga sewa villa. Selain itu, Anda juga dapat menggandeng jasa operator untuk tetap menjaga kondisi villa agar lebih terawat. Sebab kondisi villa akan mempengaruhi nilai sewa villa. Operator tersebut juga nantinya akan mempengaruhi pendapatan nilai sewa secara berkala. Tapi pastikan pembagian hasil nilai sewa dengan pihak operator agar saling menguntungkan.
3. Berikan Fasilitas Terbaik dan Lengkap
Dalam membangun atau membeli villa untuk disewakan, sebaiknya berikan fasilitas yang terbaik dan lengkap. Lengkapi kebutuhan villa mulai dari AC, kamar mandi dalam dan luar, pusat kebugaran, hingga wifi gratis. Anda bahkan juga bisa mempercantik tampilan interior dan eksterior bangunan agar terlihat lebih nyaman. Maka, penyewa villa pun akan merasa betah berada di villa Anda.
4. Tentukan Target Pasar
Tak sekadar membangun atau membeli villa untuk disewakan, tapi sebagai pemilik villa Anda harus tahu siapa target pasarnya. Maka lakukan riset sebelumnya. Anda bisa menyasar ke mahasiswa, pekerja kantoran, keluarga, atau para traveler. Penentuan target pasar ini sangat penting dan berpengaruh karena akan mempengaruhi harga dan lokasi villa yang akan dipilih.
5. Pilih Lokasi Villa yang Tepat
Pilihlah lokasi yang tepat untuk bisnis sewa villa Anda. Pertimbangkan beberapa hal sebelum deal, mulai dari harga serta lokasinya. Carilah lokasi yang strategis dan mudah diakses. Bangun atau beli villa yang sesuai dengan pilihan target pasar Anda. Anda bisa mencari pemilik lahan yang membutuhkan uang, karena Anda bisa mendapatkan harga villa di bawah pasaran.
6. Pasang Harga Kompetitif
Pasang harga yang kompetitif, artinya tetap bersahabat namun juga tetap memberikan keuntungan bagi Anda. Meski villa Anda terletak di lokasi strategis, tapi jika memasang harga sewa yang tinggi, maka menyulitkan Anda sendiri untuk mendapatkan penyewa. Pasang harga sewa yang selisihnya tidak jauh dari harga yang diberikan oleh kompetitor. Meskipun untungnya sedikit, tapi berlipat karena banyak yang menyewa.
7. Beli Villa sesuai Finansial
Bangun atau beli villa sesuai dengan kondisi finansial. Anda tak perlu memiliki villa yang ukurannya besar. Bahkan Anda bisa memilih model yang minimalis. Karena banyak villa yang dicari oleh pasangan muda untuk honeymoon. Maka tak perlu villa terlalu besar, sebab Anda masih butuh dana untuk melakukan pengelolaan dan perawatan yang dananya tidak bisa sedikit.
Keuntungan Investasi Villa
Bisnis sewa villa memang mendatangkan banyak keuntungan investasi villa meskipun biaya pembangunan atau biaya beli villa memang cukup mahal. Tapi hal ini sepadan dengan keuntungannya. Pertama, Anda dapat menyewakan villa tersebut. Investasi villa punya karakter yang tahan lama. Pemasukan ini juga dapat dimanfaatkan untuk biaya perawatan villa seperti membayar operator, merenovasi villa, bahkan modal membangun villa lainnya untuk investasi.
Kedua, keuntungannya besar karena harga tanah terus naik, maka harga villa pun naik. Biaya sewa villa juga terus naik, apalagi harga tanahnya. Terutama bagi Anda yang memiliki villa di lokasi yang strategis. Ketiga, proteksi terhadap inflasi, membeli villa tujuannya untuk menjaga investasi agar tidak tergerus inflasi. Karena sifat kelangkaannya, maka nilai investasinya akan terus naik. Keempat, sebagai agunan yang ideal. Investasi villa bisa jadi jaminan paling solid. Bahkan pihak bank di beberapa Negara tidak segan untuk meminjamkan dana hingga 80 persen dari nilai agunan.
Terakhir, dengan memiliki villa sendiri, tentunya Anda bisa menghemat biaya berlibur pribadi. Akan memudahkan Anda untuk singgah jika sedang berada di suatu tempat. Ini akan lebih menyenangkan jika lokasi bisnis sewa villa Anda berlokasi di dekat destinasi wisata. Sehingga tak perlu repot mencari hotel atau villa lain. Bahkan jika memiliki modal yang lebih, Anda bisa membangun beberapa villa sekaligus yang bisa menguntungkan dan memudahkan Anda. (Gusti Bintang K.)
Foto Ilustrasi: Pexels

























