MEDIAINI.COM – Sport tourism kearifan lokal menjadi tren dunia dan bisa jadi celah bisnis untuk mencari cuan. Bahkan kini Indonesia sudah mulai serius untuk mengembangkan salah satu event olahraga yang dapat mengangkat potensi wisatanya. Hal ini senada dengan yang dikatakan oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno.
Sport tourism ini tentunya berhubungan dengan olahraga dan pariwisata. Potensinya bisa melibatkan sector yang bisa saling melengkapi. Mulai dari wisata, kegiatan olahraganya, kuliner, dan perhotelan. Tourism Society ini pada 1982 mengidentifikasikan ada dua unsur penting untuk mengartikan kegiatan pariwisata. Pertama adalah perpindahan sementara waktu menuju tujuan lain, selain tempat tinggal atau tempat bekerja. Kedua adalah kegiatan yang dilakukan orang-orang selama berada di suatu tempat tujuan dengan berbagai alasan.
Dari situlah pariwisata disebut sebagai perpindahan orang yang meninggalkan tempat tinggal dan tempat kerja menuju lokasi lain dengan tujuan untuk menghabiskan waktu luang, pekerjaan, olahraga, budaya, kesehatan, dan masih lain-lain. Pariwisata inilah yang memicu kedatangan turis. Bahkan karena dikaitkan dengan pariwisata olahraga maka disebut turis olahraga atau sport tourism.
Konsepnya bahkan telah digagas oleh Kemenparekraf Sandiaga Uno. Bahwa ada tiga olahraga yang digarap oleh sector pariwisata, yakni marathon, triathlon, dan gold. Olahraga ini akan digarap pada destinasi wisata yang telah ada sebelumnya yakni di Danau Toba atau Labuan Bajo. Pasalnya potensi pariwisata Indonesia cukup besar dan dapat dikembangkan lewat berbagai kegiatan olahraga.
Lirik Cuan dari Sport Tourism Kearifan Lokal
1. Sandalwood Sumba
Sandalwood Sumba merupakan sport tourism kearifan lokal asal Sumba yang menggunakan kuda poni. Kuda Sandalwood ini adalah hasil persilangan kuda Arab dengan kuda lokal untuk mendapat penampilan yang lebih gagah. Festival Sandalwood Sumba ini menunjukkan kuda sebagai ikon dari Sumba. Kuda akan dilepas di padang savannah atau pantai. Para wisatawan yang hadir juga dapat menunggangi kuda sambil berkeliling dari satu kabupaten ke kabupaten lainnya di Pulau Sumba. Inilah yang dapat memperlihatkan betapa Sumba memiliki pemandangan yang apik dan menakjubkan.
2. Mentawai
Mentawai juga merupakan salah satu sport tourism kearifan lokal dari Kepulauan Mentawai. Sport tourism dengan kearifan lokal ini tentunya mengandalkan keindahan laut Mentawai. Sebab Mentawai memiliki banyak titik selancar terbaik yang bisa digunakan untuk berwisata sekaligus berselancar. Ketinggian ombaknya mencapai 4.5 meter dan lautnya biru. Banyak lokasi selancar yang dapat ditemukan di Mentawai, seperti Pulau Masokut, Pulau Siberut, Pulau Sikakap hingga Pulau Sipora.
3. Pacu Jawi
Pacu Jawi bukan berasal dari Jawa, melainkan merupakan sport tourism kearifan lokal dari Sumatera Barat. Bahkan olahraga balapan sapi ini telah berhasil mendunia. Pacu Jawi dalam tradisinya menjadi perayaan ucapan syukur atas masa panen masyarakat. Sehingga, olahraga balapan sapi ini dilakukan di hamparan sawah berlumpur setelah sawahnya panen padi. Uniknya, joki sapi tersebut mengendalikan sapinya dengan menggigit ekor sapi supaya larinya semakin kencang.
4. Lompat Batu Nias
Lompat Batu Nias merupakan sport tourism kearifan lokal di Indonesia yang ada di Nias. Lompat batu ini bukan lompat batu biasa, melainkan atraksi yang dikenal dengan Hombo Batu ini adalah atraksi lompat batu setinggi dua meter dengan lebar 40 cm. Lompat batu ini adalah atraksi wisata dari Desa Wisata Bawomataluo, Nias, Sumatera Utara. Tak hanya ditampilkan saat acara adat, tapi tradisi ini juga turut dilestarikan menjadi pertunjukan yang menarik untuk para wisatawan.
5. Perahu Sandeq
Perahu Sandeq adalah salah satu sport tourism kearifan lokal dari Sulawesi Barat. Festival Perahu Sandeq merupakan perahu tradisional dari Suku Mandar, Sulawesi Barat yang konon katanya bisa melaju hingga 54 km/jam dan disebut sebagai perahu tercepat di dunia. Keunikan inilah yang berhasil menjunjung nama Perahu Sandeq ini hingga ke pasar dunia. Bahkan perahunya telah menjadi salah satu aset nasional yang dipamerkan di Museum d’Histoire Naturelle, Perancis. Desain perahunya sudah berusia 3000 tahun. Bahkan sudah menjadi salah satu perahu tertua dalam sejarah maritim di Indonesia.
6. Pacu Jalur
Pacu Jalur merupakan salah satu sport tourism kearifan lokal di Indonesia. Pacu Jalur merupakan lomba dayung tradisional di Provinsi Riau. Olahraga ini memadukan unsur olahraga, seni, serta olah batin. Olahraga ini mirip dengan Perahu Naga yang menggunakan perahu dengan panjang 25-40 meter dan dapat diisi mencapai 40 pendayung. Sport tourism Pacu Jalur ini bahkan sudah bisa menarik wisatawan mancanegara seperti Malaysia, Australia serta Amerika Serikat. (Gusti Bintang K.)
Foto Ilustrasi: Pexels


























