MEDIAINI.COM– Banyaknya produk asuransi Covid-19 yang ramai sejak setahun ini, maka jadi pertimbangan untuk pilih produk asuransi atau investasi. Salah satu impian dari semua orang adalah aman soal keuangannya. Baik orang yang masih lajang, bahkan yang sudah berkeluarga. Banyaknya orang yang sadar pentingnya keuangan tersebut, maka banyak yang mengincar asuransi dan investasi. Tapi pilih mana ya?
Keduanya memang sangat penting dan membuat orang jadi bingung jika harus pilih salah satu di antaranya. Namun sebelum Anda memilih salah satu di antara kedua pilihan tersebut, sebaiknya pahami produk finansialnya terlebih dahulu. Sehingga lebih nyaman untuk menentukannya. Pertama, asuransi adalah sebuah produk finansial atau keuangan yang bermanfaat untuk memberi perlindungan kepada yang membayar premi, seperti proteksi kesehatan, jiwa, atau kematian bahkan dana pensiun. Jadi, asuransi akan membantu Anda berupa nilai pertanggungan saat Anda atau keluarga mengalami kejadian tak terduga seperti sakit, kecelakaan, sampai kematian.
Sedangkan investasi disebut juga penanaman modal karena merupakan istilah yang ada kaitannya dengan finansial dan ekonomi. Investasi seringkali dikaitkan dengan akumulasi suatu bentuk aktiva yang menimbulkan sebuah harapan. Hal ini supaya investor bisa mendapatkan keuntungan di masa depan. Investasi memiliki banyak jenis, mulai investasi emas, saham, deposito, reksadana, dan masih banyak lagi. Sehingga investasi ini dapat memenuhi kebutuhan di masa depan, supaya daya beli seseorang tidak habis oleh inflasi. Tapi apa plus minus keduanya?
Plus Minus Asuransi dan Investasi
Jika dilihat dari fungsinya, asuransi yang bisa memberikan perlindungan kepada seseorang atau keluarganya dalam hal keuangan dari risiko yang bisa kapan saja datang. Sedangkan investasi, fungsinya memenuhi kebutuhan di masa depan agar daya belinya tidak habis oleh inflasi. Meskipun asuransi tak memiliki konsep pengembangan uang seperti berinvestasi. Namun konsepasuransi tujuannya untuk antisipasi risiko hal-hal tak terduga seperti sakit, kecelakaan, bahkan kematian.
Asuransi memiliki beberapa macam jenisnya. Mulai dari asuransi jiwa, asuransi pendidikan, asuransi kesehatan, asuransi properti, dan investasi di akhir periode perlindungan. Semakin Anda memaksimalkan sisi perlindungan asuransi, jumlah investasi yang telah dikumpulkan akan makin aman. Sehingga dapat mengoptimalkan jumlah investasi untuk tujuan keuangan jangka panjang yang sudah direncanakan.
Asuransi digunakan sebagai tabungan masa depan dan dapat membantu mengatur finansial Anda. Sebab Anda akan lebih mengontrol finansial dan berpikir mana yang harus didahulukan. Tapi sayangnya dana asuransi dapat hangus jika premi tidak dibayar tiap bulan. Dana tersebut akan otomatis hilang dan Anda tidak dapat mengklaimnya. Selain itu, sebagian dana premi juga akan menjadi keuntungan perusahaan asuransi.
Sedangkan investasi memiliki nilai plus yaitu menyiapkan harta untuk masa depan. Sebab keuntungannya dipastikan dapat meningkat seiring berjalannya waktu. Sehingga ini menjanjikan bagi Anda dan keluarga yang ingin masa tuanya aman secara finansial. Tapi sayangnya beberapa risiko juga harus dihadapi jika memilih investasi.
Mulai dari risiko valas yang disebabkan karena ada dinamika perubahan kurs di pasaran. Risiko inflasi, yang dikaitkan dengan naiknya harga konsumsi dan menyebabkan daya beli turun sehingga nilai uang berkurang. Risiko pasar, yang sifatnya tak dapat dihindari dan banyak faktor yang mempengaruhi seperti isu politik atau resesi ekonomi. Risiko suku bunga yang muncul karena nilai relatif aktiva berbunga, seperti pinjaman dan obligasi yang memburuk karena naiknya tingkat suku bunga. Serta risiko likuiditas karena kesulitan menyediakan uang tunai dalam jangka waktu tertentu.
Cek Perbedaan Utama Asuransi dan Investasi
Tujuan Keuangan
Tujuan keuangan merupakan perbedaan yang sangat jelas ada dari kedua program ini.jika asuransi adalah bentuk perlindungan segala sesuatu yang dimiliki dari faktor risiko. Serta dana premi yang harus disetorkan tiap bulan dapat difungsikan ketika muncul faktor risiko yang terjadi. Sedangkan investasi bentuk usaha untuk mengembangkan aset yang dimiliki. Dana yang disetorkan tiap periode dapat memberikan timbal balik berupa komisi atau bagi hasil, tergantung perjanjian yang sudah disepakati.
Level Risiko
Risiko dari asuransi dan investasi jelas berbeda. Jika asuransi, risikonya lebih pasti karena seluruhnya sudah tercantum dan tertulis dalam kesepakatan dan perjanjian. Seperti asuransi kendaraan, jika kecelakaan parah, maka Anda bisa memperoleh ganti rugi sesuai kesepakatan. Tapi Anda tidak akan pernah tahu kapan risiko tersebut terjadi. Sedangkan investasi, risikonya sangat tinggi karena keuntungan yang bisa Anda dapatkan tergantung naik turunnya produk investasi. Jika harga saham sangat murah, maka keuntungannya juga sangat sedikit.
Fleksibilitas Dana
Fleksibilitas dana yang harus disetorkan berbeda antara asuransi dan investasi. Jika asuransi, maka premi harus dibayarkan tiap periode dan jumlahnya sesuai kesepakatan. Sedangkan investasi lebih fleksibel karena dana yang akan disetorkan bisa Anda sesuaikan dengan kondisi finansial saat ini.
Hasil Akhir
Hasil akhirnya pun jelas beda. Asuransi hasil akhirnya adalah perlindungan atau pertanggungan berupa uang atau yang disebut ganti rugi. Sehingga jika terjadi suatu hal diluar dugaan, Anda tak perlu lagi bingung mencari dana. Sebab seluruh biayanya akan ditanggung dan diurus oleh pihak perusahaan asuransi. Sementara investasi hasil akhirnya adalah komisi atau bagi hasil. Anda dapat secara nyata menikmati dan menggunakan untuk berbagai keperluan.
Persiapkan diri Anda untuk asuransi atau investasi, karena keduanya sama-sama penting, meskipun tujuannya berbeda. Tapi keduanya sangat membantu di masa depan. (Gusti Bintang K.)
Foto Ilustrasi: Pixabay



























Discussion about this post