MEDIAINI.COM– Bisnis minimarket makin menjamur dan dengan mudah ditemukan di berbagai sudut jalan. Apalagi minimarket-minimarket ini berada di lokasi yang strategis sehingga memudahkan orang untuk menemukannya. Minimarket pun menyediakan produk yang hampir semuanya ada. Mulai dari kebutuhan pangan, kebutuhan rumah tangga, bahkan hingga kebutuhan sandang pun ada.
Maka inilah yang mendorong orang-orang untuk berbelanja di minimarket. Meskipun telah berbelanja bulanan, tapi terkadang beberapa produk belum terpenuhi dan membuat Anda datang ke minimarket untuk melengkapi kebutuhan tersebut.
Jika berbelanja ke supermarket yang letaknya jauh membuat orang berpikir dua kali, maka minimarket sebagai alternatif terdekat dari rumah bisa dipilih. Minimarket juga membebaskan pelanggan memilih sendiri barang yang akan dibeli. Selain itu, minimarket juga sering memberikan promo menarik yang membuat belanja jadi lebih hemat. Bahkan potongan lain diberikan ketika Anda membayar menggunakan metode pembayaran tertentu, jadi makin hemat.
Cara Memulai Bisnis Minimarket
Melihat kecenderungan konsumen untuk berbelanja di minimarket yang tinggi, maka peluang bisnisnya pun sangat besar. Namun seperti usaha yang lain, bisnis ini perlu modal yang cukup besar dan perencanaan yang matang. Sebab banyak pesaing yang menjadi tantangan besar untuk Anda. Ada beberapa cara untuk memulai bisnis minimarket supaya sukses.
1. Pilih Waralaba atau Usaha Mandiri
Bisnis minimarket bukan bisnis yang baru saja berkembang. Sudah banyak minimarket yang hadir dengan konsep waralaba. Tapi tak sedikit juga yang ingin membuka usaha secara mandiri. Bisnis waralaba dipilih karena telah menawarkan kerja sama yang cukup banyak di pasaran. Selain itu Anda hanya tinggal membuka minimarket saja, karena semuanya telah dikoordinir oleh waralaba. Pemasaran hingga konsep dan brand-nya pun telah dikenal publik.
Sementara jika memilih untuk usaha mandiri, maka perlu menyiapkan semuanya dari awal. Termasuk mengurus perizinan, membuat perencanaan bisnis, hingga pemasarannya. Bagi Anda pengusaha pemula, maka waralaba sangat cocok jadi alternatif. Sebab pemasaran, dan membangun brand cukup sulit dan membutuhkan waktu yang cukup lama.
2. Hitung Modal dan Siapkan Dananya
Besaran modal awal untuk memulai bisnis minimarket memang bermacam-macam. Hal ini tergantung pada pengeluaran Anda untuk mendirikan bisnis ini. Mulai dari sewa lokasi, gaji karyawan, mengurus perizinan, hingga menyediakan stok barang. Maka modal besar ini harus sudah Anda siapkan. Dana yang dikeluarkan mungkin akan berkisar Rp 50 juta bahkan hingga Rp 1 miliar.
Tentu ini bukan modal yang sedikit, tapi Anda bisa melakukan pinjam dana di bank untuk memulai usaha ini. Pastikan pula Anda telah mengetahui hal yang berhubungan dengan pembukaan bisnis minimarket dan besaran biaya untuk modal yang akan dibutuhkan. Tapi tak usah khawatir, karena jika serius menjalankannya, peluang keuntungannya juga cukup besar dan menjanjikan.
3. Persiapkan Perizinan dan Asuransi
Salah satu yang tidak boleh lupa dari memulai bisnis minimarket adalah mengurus perizinan. Perizinan merupakan hal yang paling vital. Sebelum membuka bisnis ini, pastikan bahwa Anda telah memenuhi persyaratan hukum yang sudah ditetapkan.
Surat-surat tersebut seperti surat izin gangguan, surat keterangan domisili perusahaan, surat pendaftaran jika Anda membeli lisensi waralaba. Serta ketentuan tertentu dari pemerintah seperti melakukan perizinan tersendiri untuk menjual alkohol dan sebagainya. Untuk informasi lebih lengkap dan jelasnya, Anda dapat menghubungi Dinas Koperasi dan UMKM setempat.
4. Pemilihan Lokasi Strategis
Minimarket sangat membutuhkan lokasi yang strategis. Lokasi strategis ini biasanya berada di pinggir jalan. Pastikan luas lahannya memenuhi standar minimarket. Pasalnya tak hanya menyiapkan lahan untuk bangunannya tapi juga untuk lahan parkir yang cukup. Hal ini bertujuan agar tidak mengganggu ketertiban umum dengan parkir sembarangan.
Lokasi strategis ini contohnya di sekitar pusat perkantoran, dekat dengan ruang publik, tempat kos, perumahan, dan lain-lain. Supaya lokasi yang Anda inginkan bisa tercapai, maka perlu melakukan survey untuk mendapatkan lokasi yang strategis. Anda dapat menghubungi Dinas Koperasi setempat untuk mencari informasi tersebut.
5. Temukan Supplier yang Tepat
Supplier merupakan salah satu bagian terpenting dari minimarket. Sebagai penyedia barang-barang untuk melengkapi kebutuhan produk minimarket, maka perlu pilih supplier yang tepat. Anda dapat bekerja sama dengan penyedia barang seperti produk makanan, minuman, kebutuhan rumah tangga, kosmetik, hingga rokok. Anda dapat menggunakan supplier tunggal, namun risikonya Anda mungkin harus memesan dalam jumlah yang banyak.
Tapi bisa juga Anda menggunakan jasa beberapa supplier, tapi mungkin harganya akan lebih mahal. Selain itu perkirakan juga ongkos pengangkutan barang dari gudang stok hingga ke minimarket Anda. Pilih supplier yang menyediakan harga grosir terendah supaya keuntungan yang bisa Anda dapatkan lebih banyak.
6. Siapkan Perlengkapan yang Dibutuhkan
Tak hanya menyiapkan surat perizinan, memilih lokasi strategis, atau memilih supplier terbaik. Modal yang harus Anda keluarkan selanjutnya berhubungan dengan perlengkapan dan peralatan yang dibutuhkan untuk memulai bisnis minimarket. Anda perlu membeli keperluan-keperluan seperti mesin kasir, rak barang-barang, kulkas, kamera CCTV, hingga alarm keamanan.
Apabila Anda membeli lisensi minimarket dengan sistem waralaba, maka Anda bisa mendapatkan keuntungan. Karena pada umumnya, semua perlengkapan telah disiapkan oleh perusahaan induk. Anda hanya perlu menambahkan perlengkapan tambahan jika memang diperlukan.
7. Sediakan Stok Barang Sesuai Kebutuhan
Minimarket meskipun kecil, tapi umumnya menyediakan barang-barang yang cukup lengkap untuk kebutuhan harian. Tentukan barang apa saja yang ingin Anda jual. Keterbatasan ruang minimarket, membuat Anda harus pandai memilih brand yang paling diminati masyarakat. Sediakan produk-produk yang sedang tren, Anda bisa mengajukan kerjasama dengan pemilik produk.
Untuk mengetahui produk apa saja yang harus masuk di minimarket. Pertama, pahami target pasar bisnis minimarket Anda. Sediakan produk yang paling banyak diminati pasar, sesuaikan dengan kebutuhan mereka. Bahkan Anda dapat menyediakan menu sarapan pagi cepat saji dan kopi jika lokasi Anda termasuk lokasi yang strategis. Seperti dekat dengan pusat perkantoran, pusat perbelanjaan, sekolah, kampus dan lain-lain.
8. Rekrut Karyawan
Bukalah perekrutan karyawan dengan mencari yang terbaik. Minimarket adalah bisnis yang rentan risiko kehilangan. Pencurian oleh pembeli bahkan pegawai sendiri kerap terjadi juga. Maka selain memilih karyawan yang pintar, juga pilih yang jujur. Hal ini untuk meningkatkan mutu perusahaan Anda juga. Jangan sampai hanya karena karyawan tidak jujur, bisnis Anda jadi rugi.
Gaji mereka dengan angka yang layak dan penuhi segala hak mereka. Dengan ini, maka Anda dapat meminimalisir risiko kehilangan di minimarket Anda. Lakukan tes yang cukup ketat untuk seleksi awal. Serta berikan perlakuan yang terbaik untuk karyawan agar mereka merasa nyaman bekerja sama dengan Anda.
Perkiraan Modal dan Analisa Bisnisnya
Kebutuhan yang harus Anda siapkan diatas membutuhkan dana yang besar untuk bisa memulainya. Sedikitnya Anda membutuhkan dana senilai Rp 500 juta. Dana tersebut untuk waralaba bisa mendapatkan peralatan elektronik dan non elektronik, promosi persiapan pembukaan minimarket, franchise fee untuk renovasi dan tambahan biaya listrik, dan standar ukuran gerai 250-300m2. Perlu diketahui bahwa Rp 500 juta belum termasuk dengan gaji karyawan. Minimarket waralaba membutuhkan waktu 30-42 bulan supaya balik modal.
Jadi analisa bisnisnya, jika Anda membutuhkan modal awal senilai Rp 230 juta untuk pengadaan lokasi senilai Rp 150 juta. Serta sisanya untuk perlengkapan minimarket hingga perlengkapan karyawan seperti seragam karyawan. Sedangkan biaya operasional bulanan yang Anda keluarkan untuk menggaji 5 orang karyawan senilai Rp 10 juta. Lalu Rp30 juta untuk pengadaan stok barang bulanan, dan sisanya untuk promosi, air, listrik, dan lain-lain. Apabila dalam sehari, minimarket Anda bisa menghasilkan Rp5 juta, maka dalam sebulan Anda bisa mendapatkan Rp 120 juta.
Maka asumsi keuntungan bulanan yang bisa Anda dapatkan yaitu Rp 120 juta dikurangi dengan biaya operasional bulanan Rp 45 juta, jadi total untung bulanan Anda mencapai Rp 75 juta. Dengan keuntungan bulanan yang mencapai Rp 75 juta tersebut, maka perkiraan waktu lama balik modal Anda yaitu Rp 230 juta dibagi dengan Rp 75 juta yaitu 3,7 bulan. Dari simulasi di atas, dengan modal kurang dari Rp 500 juta, maka asumsi balik modalnya kurang dari empat bulan. (Gusti Bintang K.)
Foto Ilustrasi: Pixabay



























Discussion about this post