MEDIAINI.COM– Jenis walet terbaik tentu jadi modal untuk mendapatkan sarang burungnya yang berkualitas. Tak hanya harus mempersiapkan pengetahuan mengenai cara memulai bisnis dan budidayanya saja, tetapi wajib mengenali jenis-jenis walet yang terbaik. Jadi, apa saja jenis burung walet yang paling baik?
Jenis-Jenis Walet Terbaik
Burung Walet Putih
Walet Putih tidak memiliki bulu berwarna putih, justru sarangnya yang berwarna putih. Burung ini mempunyai bulu berwarna cokelat kehitaman pada bagian atas, serta bulu warna cokelat pada bagian bawah. Ukurannya sekitar 12 cm dengan mata cokelat gelap, paruh, dan kakinya berwarna hitam. Suaranya sangat nyaring dan punya sayap yang lebih kuat, maka ia dapat terbang dengan waktu lebih lama. Sarang burung walet putih ini terbuat dari air liur seluruhnya. Tak heran jika harganya fantastis dan banyak dicari. Telurnya putih memanjang, tapi biasanya burung ini akan bertelur hanya 2 butir.
Burung Walet Sarang Hitam
Jenis ini memiliki ciri-ciri bulu berwarna cokelat kehitaman, bulu ekornya cokelat kelabu. Ekornya memiliki celah dan kakinya berbulu rata. Ukuran tubuhnya sepanjang 13 cm saja. Meski begitu termasuk walet ukuran sedang. Burung pemakan serangga ini lebih suka bersarang di gua-gua kapur. Biasanya ia akan menghasilkan telur sebanyak 1 butir saja di sarangnya.
Burung Walet Gunung
Ciri-ciri Walet Gunung antara lain tidak memiliki bulu pada kaki, bulu ekornya bercelah dalam dan berwarna abu-abu kehitaman. Ukuran tubuhnya sekitar 14 cm dan telah masuk kategori walet besar. Suaranya nyaring dan dapat terbang cepat di dekat tebing atau puncak gunung. Ia akan menyambar serangga-serangga kecil saat terbang. Sementara sarangnya terbuat dari celah batu dan dibuat di bekas kawah gunung.
Baca juga: Harganya Ratusan Juta, Ini Fakta Unik Sarang Burung Walet
Burung Walet Besar
Ukuran tubuhnya 16 cm dan memiliki kemampuan terbang lebih cepat dan tinggi. Menghasilkan suara yang nyaring, sarangnya mirip dengan mangkok yang terbuat dari campuran akar-akar tumbuhan, lumut, dan jenis serat. Jika dibandingkan dengan burung walet jenis lain, sarang burung ini termasuk kategori besar dan paling kotor serta berserat. Ia sangat suka bersarang di lubang, berwarna hitam dengan bulu bagian bawahnya berwarna coklat gelap, dan bulu ekornya sedikit bercelah.
Perawatan Burung Walet dan Cara Panen
Peternak burung walet rumahan biasanya tidak mengeluarkan anakan walet selama 2-3 hari pertama dari mesin penetas. Tapi, temperatur mesin dapat diturunkan sekitar 1-2 derajat Celcius dengan membuka ventilasi mesin. Anda pun dapat memberikan pakan alami seperti semut, nyamuk, lalat, ulat, kroto dan lain-lain. Sebab, burung ini memakan semua jenis serangga, khususnya yang mengandung ekstrak protein, sereal, karbohidrat dan mineral. Biasanya rasio protein 60 persen, karbohidrat 40 persen untuk diet mereka.
Sedangkan untuk memanen burung walet, ada tiga cara yang dapat dicoba. Pertama yaitu panen rampasan. Panen rampasan ini cara yang dipakai apabila walet sudah siap bertelur tapi belum sempat bertelur. Maka Anda dapat mengambil sarang mereka. Keuntungannya yaitu bisa mendapatkan jenis sarang walet berkualitas tinggi, jarak antar panen lebih singkat. Namun walet akan mudah lelah dan tidak memiliki banyak tenaga untuk bereproduksi kembali.
Kedua, panen buang telur, yaitu proses membuang telur yang masih sebanyak 2 butir dan walet sudah membuat sarang 2 buah. Anda dapat mengambil sarangnya. Dengan begitu Anda dapat memanen sampai 4 kali per tahun dengan kualitas sarang yang baik. Ketiga adalah panen penetasan. Apabila anakan walet telah menetas dan mampu terbang, saat inilah Anda bisa memanen. Meskipun kualitas sarangnya menurun, tapi Anda dapat menambah populasi walet. (Gusti Bintang K.)
Foto Ilustrasi: Pixabay

























Discussion about this post