MEDIAINI.COM – Ayam masih menjadi olahan kuliner yang diminati mayarakat. Semakin banyak pula inovasi olahan ayam. Itulah mengapa permintaan daging ayam sampai sekarang masih tinggi. Jika melihat fakta ini, ternak ayam potong masih menjadi peluang usaha yang menguntungkan.
Memulai Usaha Ternak Ayam Potong
Untuk memulai bisnis ini, calon pengusaha harus menyiapkan lokasi untuk peternakan dan pengembangan ayam potong. Sebaiknya lokasi peternakan jauh dari pemukiman. Sebab, peternakan tidak hanya soal memelihara ternak dan memanennya, melainkan juga cara mengelola kotoran supaya tidak bikin polusi udara.
Anda juga harus melakukan pemilihan bibit ayam yang unggul. Dengan demikian, risiko kematian pun semakin rendah. Hal ini penting agar pengusaha terhindar dari kerugian. Perawatan ternak di sini menjadi poin penting. Selain menjaga kualitas pakan yang baik untuk ternak, hewan ternak juga perlu vaksinasi secara rutin.
Baca juga: 5 Rekomendasi Ternak Online, Mengisi Kandang Lewat Digital
Kebutuhan Modal
Lalu, hal yang tidak boleh dilewatkan adalah persiapan modal. Perkiraan modal yang dibutuhkan untuk memulai usaha ternak ayam ini hampir Rp 25 juta. Modal tersebut bisa digunakan untuk menyewa lahan yang jauh dari pemukiman penduduk sebesar Rp 10 juta, pembangunan kandang ternak Rp 5,3 juta, peralatan dan pakan Rp 800 ribu, dan peralatan lainnya Rp 800 ribu.
Modal di atas juga bisa membiayai pengeluaran operasional berupa pembelian 500 bibit ayam sebesar Rp 250 ribu, 12 karung pakan Rp 2 juta, obat dan vaksin Rp 300 ribu, biaya listrik Rp 225 ribu, dan gaji dua orang karyawan sebesar Rp 4 juta. Ada pun total biaya operasional adalah Rp 7.375.000.
Harga ayam setiap 1,5 kg adalah sekitar Rp 20 ribu. Untuk itu, 500 ekor ayam dikalikan dengan 20 ribu untuk setiap 1,5 kg-nya akan didapatkan omzet sebesar Rp 15 juta.
Pilihan Model Ternak Ayam
Dalam beternak ayam potong, ada beberapa model yang bisa dicoba. Pertama adalah model ternak mandiri dan kedua adalah ternak yang bekerja sama dengan perusahaan. Dalam beternak mandiri, segala hal seputar peternakan dilakukan sendiri, mulai dari persiapan usaha hingga penjualan.
Untuk model kedua, Anda hanya perlu menyediakan lokasi ternak, kandang, dan pekerjanya. Soal bibit ternak, pakan, hingga pelatihannya akan dilakukan oleh perusahaan. Model ini sangat cocok bagi Anda yang belum memiliki modal cukup. Namun, saat panen nanti harga jual ditentukan sepenuhnya oleh perusahaan. (Tri Puspitasari)
Sumber Foto Ilustrasi: Pixabay



























Discussion about this post