MEDIAINI.com – Minuman cokelat sudah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat Indonesia. Berbisnis kuliner, apalagi minuman memang akan mudah tergerus, namun siapa sangka bahwa beberapa minuman justru tetap berada di hati konsumen. Suksesnya bisnis minuman cokelat tersebut dilandasi oleh ketekunan pelaku usaha untuk mempertahankan bahkan meningkatkan kualitas.
Peluang Usaha Minuman Cokelat
Prospek bisnis minuman cokelat sangat menguntungkan. Hal ini karena banyaknya penikmat cokelat dan bahan bakunya pun sangat mudah didapatkan. Namun, tergantung dengan inovasi produk yang dikeluarkan. Bagaimana Anda memperkenalkan minuman cokelat yang baru dan berbeda. Kekhasan dari produk Anda itu yang bakal jadi senjata utama. Sehingga konsumen tidak bisa lari ke penjual lain.
Bahan Baku dan Peralatan Usaha
Untuk membuka usaha minuman cokelat terbilang mudah karena bahan bakunya mudah ditemukan di pasaran. Bubuk cokelat, gula pasir, susu skim bubuk, es batu, creamer, dan juga topping lain yang akan memberi sentuhan baru untuk produk minuman Anda, sangat gampang dibeli baik offline maupun online.
Peralatannya pun juga tidak ribet, seperti bisnis minuman pada umumnya, minuman cokelat membutuhkan blender, pengaduk, mesin penyegel minuman, storage, skop es krim, serbet, panci, kompor beserta gas.
Baca juga: Deretan Cokelat Bubuk Lokal yang Enak Dengan Kualitas Terbaik
Profil Pelaku Usaha Minuman Cokelat
Siapa saja bisa memulai usaha yang menguntungkan ini. Karena pembuatan minuman cokelat terbilang mudah dan dapat dilakukan oleh siapapun.
J’aime Chocolate Tawarkan Paket Waralaba
J’aime Chocolate buatan Marcelia Indah yang berkembang sejak 2016 di ajang event dan bazaar. Membanderol harga Rp15 ribu hingga Rp17 ribu per cup, Marcelia mengatakan bahwa minuman cokelatnya dibuat dari cokelat asli yang dicairkan sehingga memiliki rasa yang khas dan segar.
Marcelia juga membuka paket kemitraan usaha. Tiga paket usaha dengan harga yang bervariasi. Easy to Win (Rp 7 juta), Silver Win (Rp 22,5 juta), Golden Win (Rp 60 juta). Untuk paket Golden Win akan mendapatkan fasilitas paling lengkap yaitu sebuah booth permanen, bahan baku awal untuk 300 porsi, perlengkapan masak, freezer, branding, dan pelatihan serta tambahan paket Easy to Win. Hal tersebut supaya mitra dapat menjalankan dua gerai sekaligus.
J’aime Chocolate memperhitungkan waktu balik modal sekitar enam bulan dengan penjualan 60 cup per hari. Dengan keuntungan bersih yang didapatkan sekitar 35-40 % dari total omzet per bulan.
Analisa Keuangan Usaha Minuman Cokelat
Untuk menjalankan bisnis ini, Anda membutuhkan modal utama untuk investasi, biaya operasional dan biaya variabel. Contohnya jika investasi Anda menghabiskan dana sebesar Rp 2,5 juta, biaya operasional bulanan yang telah ditetapkan adalah sebesar Rp 50 ribu. Biaya variabel yang dibutuhkan adalah Rp 3 juta.
Kemudian dalam sehari Anda dapat menjual 30 porsi dengan harga rata-rata per porsi Rp10 ribu. Maka penghasilan Anda per bulan yaitu Rp 300 ribu x 30 hari yaitu sekitar Rp 9 juta. Maka laba per bulannya, dari penghasilan per bulan dikurangi biaya operasional, Anda mendapatkan sebesar Rp 6 juta.
Nyoklat Klasik yang Laris Manis
Teguh Pramudya, pemilik Nyoklat Klasik yang berasal dari Tulungagung ini sukses bisnis minuman cokelat. Dia menjual minuman dengan harga Rp 5 – 6 ribu per cup.
Kini Teguh juga menawarkan sistem kemitraan Nyoklat Klasik, dengan paket yang menarik. Paket Silver dengan laba bersih yang didapat bisa mencapai 40% dengan target penjualan yang bisa meraih omzet per hari antara Rp 500 ribu- 1 juta. Selain Paket Silver, ada pula Gold, dan Platinum. Paket investasinya mulai dari harga Rp 10 juta dengan fasilitas booth standar, peralatan, bahan baku awal, perlengkapan promosi, seragam, dan perlengkapan booth lainnya. Sangat menarik bukan? Bayangkan saja jika setiap hari gerai Anda dapat menjual lebih dari 50 porsi. (Gusti Bintang K.)



























Discussion about this post