MEDIAINI.COM – Jamur tiram memiliki potensi bisnis yang sangat luas dan menguntungkan, baik dari budidayanya maupun produk hasil olahannya.
Memiliki nama latin Pleorotus Ostreatus, jamur tiram sering bertengger di meja dapur rumah-rumah rakyat. Rasanya yang lezat, membuat jamur tiram sering dikonsumsi begitu saja sebagai cemilan atau sebagai bahan pelengkap masakan seperti sup, mie, dan oseng.
Budidaya jamur tiram ini dapat dilakukan di lahan yang tidak begitu luas. Masa produksinya pun terbilang cepat dan berbiaya cukup murah. Berbagai faktor inilah yang membuat jamur tiram sering masuk ke lini bisnis usaha kecil rumahan.
Berbagai Produk Olahan Jamur Tiram
Dari waktu ke waktu, jamur tiram masuk ke dalam kelompok bahan baku produk makanan. Jamur tiram mempunyai rasa yang gurih, tekstur yang kenyal dan berserat, dan beraroma sedap. Jamur tiram juga memiliki nutrisi yang tinggi seperti protein, lemak baik, vitamin serta mineral.
Di pasar-pasar tradisional maupun modern, jamur tiram tak hanya dijual dalam bentuk jamur segar saja. Pelaku bisnis yang kreatif, sudah banyak yang menyulap jamur tiram menjadi cemilan atau bahan pangan kemasan siap saji.
Menurut penelusuran Mediaini.com, berikut beberapa ide olahan jamur tiram yang sudah ada di pasaran dan bisa ditiru untuk diaplikasikan ke lini bisnis :
1. Jamur Krispi
Jamur segar akan dibersihkan kemudian digoreng dengan tepung dan bumbu tertentu. Hasil jadinya, adalah jamur crispy berwarna kecoklatan yang kriuk dan gurih sedap. Cemilan ini cukup booming. Sebagai pengganti kentang atau singkong goreng, jamur crispy cukup dicocol saus tomat atau saus sambal yang pedas menggoda.
2. Sate Jamur
Sate jamur sama dengan sate pada umumnya, yaitu disajikan dengan bumbu kacang. Ketika sudah disuwir dan dibakar, karakteristik jamur tiram ini akan sama dengan daging ayam dan sapi. Hal inilah yang menjadikan jamur tiram enak dijadikan sate.
3. Nugget Jamur
Sebagai cemilan atau lauk makanan, nugget jamur dibuat dengan cara tak jauh berbeda dengan nugget pada umumnya. Hanya saja, bahan baku daging yang digunakan diganti dengan suwiran jamur tiram. Untuk kandungan gizi, dijamin tak kalah sehat dengan nugget daging sapi atau seafood.
4. Keripik Jamur
Pengolahan keripik jamur cukup mudah. Agar renyah layaknya keripik, jamur yang sudah digoreng di minyak panas harus ditiriskan hingga minyak benar-benar habis. Hal ini agar jamur lebih renyah dan kriuknya tahan lama. Waktu yang diperlukan untuk membuat 15 kilogram keripik jamur ini sekitar 12 jam, dimana di dalamnya sudah termasuk proses pengemasan.
5. Bubuk Jamur Tiram
Produk bubuk jamur ini ada dua. Pertama adalah ground powder yang dimanfaatkan untuk pengolahan jamur tiram supaya dapat memasyarakat dan tepat guna. Yang kedua adalah powder extract, yaitu pelengkap olahan jamur tiram supaya lebih bervariasi.
Baca juga : 7 Strategi Promosi Jitu Budidaya Jamur Tiram agar Bisnis Makin Sukses
Pebisnis Jamur Tiram yang Sudah Meraih Sukses
Ada banyak pebisnis kecil yang bergerak mengolah jamur tiram yang sudah meraih sukses. Berikut adalah beberapa di antaranya :
1. Sate Jamur dan Jamur Kripsi Poktan Mekar Sari
Apipi, pembudidaya serta produsen olahan jamur tiram putih asal Pandeglang Selatan yang sukses ini, kini bisa panen 20 kg hingga 47 kg jamur setiap harinya. Dilansir dari tabloidsinartani.com, Apipi mengatakan bahwa ia menjual harga ecer jamur tiram sekitar Rp15.000 saja per kilogramnya.
Target pasarnya adalah ibu rumah tangga, pedagang masakan dari olahan jamur dan pedagang sayuran keliling. Hingga kini, Apipi sudah memiliki puluhan bahkan ratusan pelanggan tetap.
2. Jamur Krispi dan Nugget Jamur Marrema
Marrema adalah brand olahan jamur yang dilahirkan oleh Siti Rohayati. Wanita asal Cisarua, Lembang ini, mendirikan usaha dengan modal awal hanya Rp500 ribu saja. Bertahun-tahun mengembangkan usaha, kini Siti bisa raup jutaan rupiah tiap bulannya.
Siti mempelajari cara pengolahan jamur, dan cara mempromosikan usahanya, secara otodidak. Marrema si keripik jamur milik Siti, dijual dalam harga Rp13 ribu per 100 gramnya. Sementara Nugget Original dijual seharga Rp15 ribu dalam kemasan 250 gram. Konsumen Marrema berasal dari kota besar seperti Bangka Belitung, Makassar, Bali, Kalimantan, Palembang, Lampung, dan Pekanbaru. Setiap bulan rata-rata penjualannya adalah 400-500 bungkus keripik jamur, sedangkan nugget hanya 100 bungkus.
Bagaimana? Menarik bukan berbisnis produk olahan jamur tiram? (Gusti Bintang K.)
Baca juga : Wisata Oemah Djamur Pasuruan, Petik Jamur hingga Cicipi Citarasa Jamur Organik


























Discussion about this post