Tren Bisnis Jam Tangan Kayu, Eksklusif dan Raup Keuntungan Besar

Tren Bisnis Jam Tangan Kayu, Eksklusif dan Raup Keuntungan Besar

MEDIAINI.COM – Selain kacamata, jam tangan merupakan aksen penunjang penampilan yang tak bisa ditinggal begitu saja. Kegunaannya bukan lagi sebagai sekadar penunjuk waktu, tetapi juga jadi penyempurna dari style fesyen.

Inovasi pun terus dilakukan agar jam tangan bisa makin diburu banyak orang. Salah satu yang memiliki keunikan tersendiri adalah jam tangan kayu. Jam jenis ini memiliki peminat yang terus bertambah, termasuk kalangan milenial.

Cara Memulai Bisnis Jam Tangan Kayu

Kreativitas tak pernah ada habisnya. Di tengah tangan kreatif anak bangsa, limbah kayu bisa disulap jadi sebuah barang yang memiliki nilai jual tinggi. Inilah yang dilakukan oleh Matoa Indonesia, dimana mereka memanfaatkan kayu maple dan ebony untuk dijadikan sebagai bahan baku pembuatan jam tangan. 

Menurut pengamatan Mediaini.com, peminat jam tangan kayu tumbuh dari ke waktu. Hal ini bisa ditilik dari ramainya pasar marketplace yang menjajakan jam tangan kayu. Banyak peminat memberikan testimoni bahwa jam tangan kayu dianggap sebagai produk yang stylish juga eksklusif.

Dengan demikian, peluang bisnis jam tangan kayu sangat menjanjikan. Lalu, bagaimana cara memulai bisnis ini?

Terlebih dahulu, tentukan target pasar yang akan dituju. Ini juga akan berpengaruh kepada konsep jam tangan. Jam tangan kayu umumnya dipakai oleh orang dewasa yang sudah mandiri secara finansial. Mereka cenderung menyukai fesyen yang eksklusif dan berbeda dengan yang lainnya.

Setelah konsep terbentuk, maka berkreasilah sesuai pasar yang akan digarap. Misalnya dengan membuat desain jam tangan yang terlihat elegan. Tak ada salahnya juga dengan membatasi jumlah item yang dijual, hal ini agar produk semakin terasa eksklusif.

Kemudian, pelaku bisnis bisa bekerja sama dengan perajin dari daerah tertentu. Skema kerja sama dalam skala besar membuat harga jasa bagi perajin kayu bisa lebih ekonomis. Terlebih, pelaku bisnis bisa berdiskusi bersama para perajin untuk membuat pola desain tertentu pada jam tangan kayu.

Agar nilai jual semakin tinggi, berilah backstory di dalam setiap produk yang ada. Misalnya tentang sejarah kayu yang digunakan tersebut. Mulai dari asal kayu, cara penebangan, hingga kisah unik perajin dalam pembuatan jam tangan. Dengan demikian, pembeli bisa merasa bangga ketika membeli dan memakai jam tersebut.

Omzet Ratusan Juta Rupiah

Kejelian dalam melihat peluang merupakan modal utama bagi pelaku bisnis. Ini yang dilakukan oleh Ilham Pinastiko pada tahun 2010 lalu. Berdasar penelusuran Mediaini.com di ranah daring, Ilham awalnya merasa produk fesyen masih berkutat di baju, dompet, dan tas. Menurutnya, belum ada brand lokal yang serius dalam menggarap jam tangan.

Kekosongan itu kemudian coba diisi oleh Pinastiko dengan meluncurkan brand Pala Nusantara. Dengan brand tersebut, pria asal bandung ini mencoba membuat jam tangan dengan bahan kayu. Konsep ini terbilang langka pada saat itu, namun dirinya tetap optimis jam tangan kayu akan diminati banyak orang.

Berbagai masalah dan kesalahan menimpa dirinya saat membangun bisnis ini. tetapi, itu semua adalah pelajaran berharga sebelum menapaki tangga kesuksesan. Terbukti, kini omzet Pala Nusantara bisa mencapai Rp200 juta per bulan.

Kesuksesan berbisnis jam tangan kayu juga dirasakan oleh Lucky D Aria. Jam tangan kayu buatannya bahkan sudah menembus pasar luar negeri seperti Singapura, Malaysia, dan Jepang. Brand jam tangan kayunya, Matoa Indonesia, memang tak perlu diragukan lagi kualitasnya. Lucky menyebut, jam tangan itu hanya mendapat sentuhan mesin sebanyak 30 persen saja. Sisanya, murni dikerjakan oleh tangan terampil manusia. 

Dalam satu bulan, pabriknya bisa memproduksi 300 pcs jam. Omzet yang didapat pun tak main-main, dirinya bisa mengantongi hingga Rp267 juta per bulan.

Keunggulan Jam Tangan Kayu

Ada banyak alasan mengapa jam tangan kayu semakin mendapat tempat di hati banyak orang. Salah satunya adalah faktor eco friendly. Hal ini lantaran sebagian besar bahan baku adalah hasil limbah kayu, memanfaatkan sampah alam yang sudah tak lagi digunakan.

Jam tangan kayu juga lebih fleksibel digunakan untuk berbagai situasi. Mulai dari acara formal seperti menghadiri meeting kerja, bertemu klien, sampai acara santai seperti liburan dan nongkrong di suatu tempat. Hal ini berbeda dengan jam tangan karet dan logam, yang penggunaannya harus disesuaikan dengan momen yang ada.

Terakhir, warna kayu yang netral membuat jam tangan ini selalu cocok digunakan dengan gaya pakaian apapun. Tak hanya itu, bahan kayu juga terlihat lebih elegan dan eksklusif. Ini membuat kesan mewah melekat bagi pengguna jam tangan kayu. (Chelsea Venda)

Exit mobile version