MEDIAINI.COM – Kata-kata adalah senjata. Kalimat itu yang diyakini penuh oleh Zarry Hendrik. Ia tahu betul, bahwa kata-kata bukan hanya sekadar kumpulan huruf. Namun, lebih dari itu. Jika ditata dengan sempurna, kata-kata punya pengaruh besar bagi kehidupan.
Zarry Hendrik, namanya kian tenar dalam beberapa tahun terakhir. Awalnya, ia hanya seorang selebtwit. Kepekaannya dalam melihat fenomena sosial, telah mencetuskan ide bisnis jasa rangkai kata bernama Kapitulis.id. Zarry menerima pembuatan kata untuk ucapan khusus, pesan tertentu, bahkan caption media sosial.
Bisnis yang Menjanjikan
Kata-kata bisa digunakan untuk meluluhkan hati seseorang, atau membuat orang melirik sebuah brand. Dua celah ini lah yang diambil oleh Bang Jep, sapaan akrab Zarry.
Dalam bisnis kata-katanya, Bang Jep mematok harga yang berbeda untuk personal dan brand. Untuk pesanan rangkai kata secara personal, ia mematok harga antara Rp50 ribu hingga Rp500 ribu. Sedangkan untuk waktu pengerjaan rangkai kata bisa memakan waktu satu minggu. Namun, ia tak menolak jika ada yang ingin lebih cepat, hanya saja harganya berbeda lagi.
Sedangkan untuk kebutuhan komersial seperti brand, Bang Jep mematok harga mulai Rp300 ribu hingga satu jutaan. Menurutnya, kebutuhan jasa rangkai untuk brand memang lebih menguntungkan. Bahkan, ia pernah menerima paket bulanan dari sebuah brand.
Hal ini membuat bisnis jasa rangkai kata miliknya menghasilkan omzet yang tak main-main. Per bulan Bang Jep bisa mendapatkan omzet hingga Rp40 juta.
Baca juga : Zarry Hendrik, Pionir Jasa Rangkai Kata dengan Brand Kapitulis
Muncul Bisnis Serupa
Kesuksesan Bang Jep dalam membisniskan kata-kata telah menginspirasi banyak orang. Meski terdengar tak masuk akal, nyatanya bisnis ini diminati dan mampu menghasilkan keuntungan yang menjanjikan. Kini bisnis kata tidak hanya milik Kapitulis.id. Ada brand lain yang bertebaran.
Serangkai.id misalnya, pola bisnisnya sama-sama menjual kata-kata, baik itu untuk personal maupun perusahaan. Pemiliknya, Wahid Tawaqal, mengaku terinspirasi dengan Zarry Hendrik. Menurutnya, hampir semua orang membutuhkan kata-kata, namun tak semua mampu mengungkapkan dengan baik.
Di situlah jasa rangkainya bergerak. Serangkai.id menjembatani orang-orang yang tak mampu mengungkapkan perasaannya dengan kata-kata.
Di saat yang sama, peluang jasa rangkai kata juga dicoba oleh Hernawati, mahasiswa Universitas Kuningan. Hernawati membuka jasa rangkai kata bernama SAKATA. Berawal dari iseng, kini bisnisnya telah memiliki 2 partner tetap. Ia pun sukses hidup mandiri, membiaya hidup sendiri, lepas dari orang tua.
Kenapa Bisnis Rangkai Kata Laris?
Dari masa ke masa, bisnis terus berkembang. Kini bisnis tak hanya mengakomodir kebutuhan-kebutuhan besar. Bisnis bahkan bisa hadir untuk memenuhi kebutuhan paling sepele manusia, seperti membuat caption. Ya, caption di media sosial yang fungsinya untuk memperjelas foto atau bercerita secara pribadi, rupanya bisa jadi ladang basah bisnis.
Bisnis rangkai kata tak hanya menyasar caption, namun juga surat pribadi dan pesan khusus. Orang-orang modern di era 4.0, percaya bahwa kata-kata bisa menjelajah dunia maya dan menghubungkan dengan banyak link dan kesempatan.
Kemudian, orang cenderung ingin dianggap spesial. Jika bisa berkata-kata dengan indah dan cerdas, maka orang akan menganggapnya spesial, berbeda dengan orang kebanyakan.
Terakhir, tulisan yang dipesan melalui jasa rangkai kata umumnya menjadi milik pribadi. Dalam artian si pembeli bebas menggunakan kata-kata tersebut tanpa perlu mencantumkan nama penulisnya. Hal ini membuat pembeli bisa leluasa mengklaim tulisan tersebut tanpa takut dengan hak cipta atau dianggap plagiat. (Chelsea Venda)



























Discussion about this post