MEDIAINI.COM – Ikan cupang tak pernah lelah menarik minat banyak orang. Setelah sempat tenggelam, belakangan ini ikan cupang kembali naik daun. Meski sering mengalami pasang surut, namun ikan cupang tetap memiliki pangsa pasarnya sendiri, tak pernah benar-benar ditinggalkan.
Bisnis ikan cupang memang tak ada habisnya. Pasalnya, berbisnis ikan cupang memang bisa sangat menguntungkan. Bayangkan saja, satu ekor ikan bisa saja dijual dalam rentang harga Rp100 ribu hingga Rp20 juta. Beberapa ikan cupang hias yang jadi buruan berjenis Halfmoon, Double Tail, Cupang Fancy, Cupang Plakat, hingga yang termahal Kachen Worachai, memiliki harga jual yang sering membuat banyak orang geleng kepala.
Di lini ikan hias, varian ikan lain seperti koi, arwana, diskus, manfish dan masih banyak lagi, juga berpeluang menebalkan kantong. Harga jual per itemnya berkisar antara Rp20 ribu hingga Rp200 ribu atau bahkan lebih.
Baca juga : 5 Ikan Cupang Termahal dengan Serba Serbi Manfaatnya
Prospek dan Analisa Bisnis
Prospek bisnis ikan hias tak pernah sepi dari waktu ke waktu. Setiap tahun, peminat ikan cupang maupun ikan hias varian lain terus bertambah banyak. Belum lagi, jika salah satu jenis ikan tengah viral seperti ikan cupang. Dijamin, angka peminatnya bisa langsung melonjak tinggi.
Ikan hias memang memiliki keunikan tersendiri. Warna dan corak yang selalu berbeda di tiap ikan adalah yang membuat bisnis ini sangat istimewa. Namun, meski bisnis ini berprospek cerah, ada beberapa hal yang perlu digarisbawahi dari awal jika ingin serius terjun ke bisnis ini. Berikut poin-poin yang sudah dikurasi Mediaini.com :
Pertama, bahwa berbisnis ikan adalah bisnis barang hidup, yaitu binatang. Dalam artian, pemilik bisnis mesti memperhitungkan dengan cermat segala kebutuhan ikan. Sebab jika ikan kekurangan gizi atau stress, bukan tidak mungkin ikan akan mati dan mengalami kerugian.
Untuk meminimalisir hal tersebut, pelaku bisnis perlu berinvestasi dalam beberapa hal. Mulai dari sewa toko atau tempat berjualan dengan modal sekitar Rp3.151.000, kolam pemeliharaan Rp4.131.000, akuarium Rp3.220.000, dan pompa air Rp590.000.
Lalu, jaring Rp160.000, wadah Rp150.000, selang Rp384.000, timba Rp152.000, penyaring kotoran Rp40.000, tabung oksigen Rp1.216.500, pisau Rp43.600, terpal Rp123.600, dan biaya lain-lain Rp105.000. Jadi total investasi awal yang diperlukan adalah Rp13.466.700.
Kemudian untuk investasi di budidaya ikan, pebisnis membutuhkan modal bibit ikan Rp3.600.000, pakan ikan dan vitamin Rp2.000.000, obat-obatan Rp100.000, pengemas plastik Rp645.000, serta air dan listrik Rp1.200.000. Jadi totalnya adalah Rp6.465.000.
Jika harga ikan dibulatkan menjadi Rp50 ribu, dan dalam satu hari bisa laku 8 ekor, maka pendapatan per harinya mencapai Rp400.000. Jika konsisten, maka dalam satu bulan pendapatannya bisa sebesar Rp12.000.000.
Baca juga : Bisnis Ikan Cupang, Modal Ratusan Ribu Untung Ratusan Juta
Mengenal dan Mempromosikan Ikan Hias
Ikan hias memiliki pangsa pasar yang luas. Tak hanya anak-anak atau remaja, tapi juga para dewasa bahkan orang tua. Dalam berbisnis ikan hias, pebisnis harus rajin mencari data tentang keinginan dari pasar dan tren yang tengah booming.
Termasuk untuk bisnis ikan cupang. Di Indonesia, ikan cupang tergolong ke ikan hias untuk golongan menengah ke bawah. Namun, bukan berarti peminat ikan cupang kelas premium tidak ada. Jika ingin menyasar pasar ikan cupang premium, usahakan sudah memiliki jaringan yang kuat terlebih dahulu.
Selain itu, pelaku bisnis juga perlu memerhatikan wadah. Ya, hal simpel seperti ini rupanya bisa menjadi nilai jual tambahan. Sebab, semakin kemasan terlihat menarik, orang akan semakin berminat untuk membeli.
Tak ada salahnya pula untuk melengkapi wadah tersebut dengan alat-alat penunjang. Mulai dari pompa air, filter, jaring dan aksesoris lainnya. Terakhir, untuk semakin memperluas pangsa pasar, lakukan promosi yang efektif. Tampilkan foto-foto keindahan ikan yang akan dijual. Sertakan sedikit informasi seperti jenis maupun sejarahnya. Nilai-nilai kecil ini akan membuat ketertarikan calon pembeli naik.
Untuk mendapatkan varian baru yang unik, pebisnis bisa mencoba pula mengawinkan ikan lalu membuat budidayanya. Selanjutnya, agar bisnis cepat berkembang, pelaku bisnis harus bisa berpikir lebih luas. Dalam artian, bisnis utama memang menjual ikan hias, namun jangan kesampingkan bisnis lain yang masih relevan. Seperti pakan ikan, obat, vitamin, akuarium dan lain-lain.
Terakhir, ikuti tren, pelajari ikan hias jenis apa yang sedang diburu oleh banyak orang. Dengan demikian, ini akan jadi cara jitu untuk mendatangkan calon pelanggan-pelanggan baru. (Chelsea Venda)



























Discussion about this post