Mengintip Kesuksesan Desa Wisata di Yogyakarta, Wisata Ndeso yang Penuh Pesona

Mengintip Kesuksesan Desa Wisata di Yogyakarta, Wisata Ndeso yang Penuh Pesona

MEDIAINI.COM – Pesona kota Yogyakarta memang tak ada habisnya. Kota yang sering dianggap romantis dengan angkringan, kopi jos, dan malam yang hidup sampai pagi ini menawarkan wisata yang paripurna. Di kota ini pula, budaya dan modernitas tumbuh seperti kakak beradik yang membentuk wajah kota.

Tak mengherankan jika Yogyakarta, namanya tak pernah lepas dari destinasi liburan favorit. Terutama saat akhir pekan atau musim liburan tiba. Jogja akan kebanjiran wisatawan, baik itu di wisata tradisional hingga kekinian, entah itu di wisata mainstream bahkan yang anti mainstream sekalipun.

Desa Wisata yang Curi Perhatian

Stereotip desa, seringkali dipandang sebagai tempat yang buruk, sinyal susah, jalanan yang rusak dan lain sebagainya. Siapa sangka, dalam beberapa tahun terakhir, tempat yang sebelumnya dianggap jauh dari peradaban ini justru semakin tumbuh jadi tren wisata baru.

Desa, nyatanya telah bersalin rupa jadi tempat yang mampu mendatangkan wisatawan. Desa wisata menawarkan berbagai keunggulan yang menarik. Bentang alam dan budaya yang khas dari tiap desa, adalah daya tarik utama dari wisata desa.

Mulai dari cuaca yang sejuk, pemandangan yang indah, sawah hijau, hingga rumah-rumah desa, semua jadi keunikan tersendiri. Hal ini tentu berbeda dengan konsep wisata di tengah kota yang dipenuhi dengan gedung-gedung tinggi dan kemacetan. 

Desa juga bukan hanya tentang alam semata, tetapi juga tentang manusianya. Keramahan yang ada di desa, tak bisa dilepaskan begitu saja sebagai salah satu daya tarik wisata desa. Keramahan warga desa yang hangat membuat wisatawan betah berlama-lama bermukim di desa.

Wisata desa juga menarik karena lebih terjangkau, baik itu tiket masuk ataupun soal kulinernya. Selain terjangkau, kuliner di desa juga akan menimbulkan sensasi nostalgia masa kecil. Tak jarang, makanan-makanan yang dulu jadi jajanan anak kecil, masih dijual di desa wisata.

Berbagai aktivitas wisata lain juga bisa dilakukan di desa wisata, mulai dari outbound, pendakian gunung, bertani, atau mempelajari budaya.

Baca juga : Viral ala Jogja, Uang 5 Ribu Bisa Mendapatkan Mie Ayam, Nasi Rames atau Potongan Rambut Baru

Desa Wisata Yogyakarta Favorit

Sejumlah desa wisata telah bersiap menyambut wisatawan di tengah era adaptasi kebiasaan baru. Meskipun telah dibuka, protokol kesehatan ketat tetap wajib dilaksanakan dan diterapkan. Berikut beberapa desa wisata favorit menurut penelusuran Mediaini.com :

Trumpon

Desa wisata ini menawarkan wisata agrotourism. Terletak di lereng gunung Merapi, membuat desa wisata ini juga punya pemandangan yang indah. Di sini juga ada menara pandang yang bisa dipakai untuk melihat gunung Merapi.

Wisata agrotourism yang ditawarkan adalah wisata perkebunan salak pondoh. Pengunjung bisa memetik, menanam, hingga belajar budidaya salak pondoh. Lokasi tepatnya ada di desa Merdikorejo, Tempel, Sleman.

Manding


Terletak di Bantul, desa wisata Manding menawarkan sensasi liburan yang berbeda. Di desa ini pengunjung bisa melihat sentral kerajinan kulit. Banyak wisatawan yang menjadikan Manding jadi pusat berburu berbagai pernak-pernik tradisional dengan harga yang terjangkau.

Ketingan

Bagi pecinta burung, desa wisata ketingan adalah pilihan yang menarik. Di desa wisata ini pengunjung bisa berinteraksi sekaligus melihat tempat pelestarian burung kuntul dan blekok. Kedua burung ini, populasinya memang terus menurun setiap tahunnya.

Kurang lebih, terdapat 8.000 burung yang ada di desa ini. Tentu akan jadi pemandangan yang menarik melihat burung berwarna putih ini terbang melintasi persawahan desa. Selain itu, di sana juga terdapat pasar burung dengan berbagai macam burung yang bisa dibeli.

Kasongan

Desa wisata ini terkenal dengan industri gerabahnya. Mulai dari keramik, guci, pot bunga, hingga aneka patung. Lokasi tepatnya terletak di Desa Bangunjiwo, Kasihan, Bantul. Tak terlalu jauh dari pusat kota, hanya dengan menempuh perjalanan 7 kilometer, pengunjung sudah bisa berbelanja aneka gerabah sebagai oleh-oleh.

Krebet

Desa wisata Krebet menawarkan wisata kerajinan yang komplet. Di sini pengunjung bisa mencoba membatik, membuat patung, hingga memahat kayu. Salah satu kegiatan yang unik, yakni pengunjung tak hanya bisa membatik di atas kain, namun juga bisa membatik di atas kayu. Aneka kerajinan tersebut juga bisa dibeli sebagai oleh-oleh.

Tembi

Desa wisata ini pernah mendapat penghargaan sebagai desa wisata terbaik ASEAN tahun 2016 lalu. Tak mengherankan, sebab desa yang terletak di desa Timbulharjo Bantul ini punya segudang paket wisata yang asik.

Mulai dari belajar batik, kebudayaan, hingga musik tradisional. Pengunjung juga bisa melihat museum yang  mengoleksi barang-barang antik dari kebudayaan Jawa. Jika dirasa kurang puas, pengunjung pun diperbolehkan menginap satu malam di rumah warga dengan harga yang murah.

Tanjung

Di desa wisata ini, ada satu wisata yang paling ikonik, yakni rumah Joglo Tanjung. Konon, rumah joglo ini sudah berumur 200 tahun dan masih bertahan hingga sekarang. Lokasi wisata ini terletak di Tanjung, Donoharjo, Ngaglik, Sleman.

Selain melihat rumah joglo yang telah berumur ratusan tahun. Pengunjung juga bisa menikmati berbagai tradisi Jawa yang masih kental. Pengunjung pun bisa mengikuti kegiatan warga desa seperti bertani, membatik, atau bermain musik tradisional. (Chelsea Venda)

Baca juga : South Shore, Destinasi Wisata Pantai Baru di Yogyakarta

Exit mobile version