MEDIAINI.COM – Tren gaya hidup sehat di Indonesia terus meningkat. Meski era adaptasi kebiasaan baru belum memungkinkan semua berjalan seperti biasa, tapi tak menyurutkan minat masyarakat menyempatkan diri untuk berolahraga dan mengkonsumsi makanan sehat.
Menjawab perkembangan tersebut, di berbagai daerah mulai tumbuh salad bar. Salad memang jadi makanan favorit untuk mendukung gaya hidup sehat yang telah terbentuk. Kudapan yang identik dengan sayur ini, rupanya bisa menjadi sumber protein tambahan. Tak sedikit salad yang kini dicampur dengan salmon atau daging lain.
Inovasi Salad Edible Flower
Di Bogor ada salad bar yang memiliki inovasi nyentrik. Kota yang terkenal dengan sebutan kota hujan ini memiliki salad bar yang menyediakan salad bunga. Ya, salad yang biasanya berisi campuran sayur dan buah, kini disemarakkan pula dengan tambahan bebungaan.
Lokasi tepatnya ada di Jalan Pajajaran 59B. Harmony Salad Bar menyediakan aneka edible flower yang memberikan sensasi rasa berbeda-beda. Salah satu yang menjadi favorit adalah bunga telang.
Ketika memesan salad dengan bunga telang, bunga bernuansa ungu menyala ini akan langsung mencuri perhatian dari keseluruhan isi mangkuknya. Semangkuk salad ini akan menawarkan rasa manis, asin, dan asam yang menggoda.
Soal kebersihan tak perlu khawatir, sebab Harmony Salad Bar memilih menggunakan sayuran dan edible bunga yang ditanam dengan metode hidroponik. Sayuran yang dihasilkan menjadi lebih higienis dan bebas dari pestisida. Seluruh sayuran yang tersedia di Harmony adalah sayuran dan bunga hasil panen di hari yang sama ketika pelanggan memesan menu. Alhasil, kesegaran sayuran juga akan terjaga.
Bisnis Kuliner Sehat yang Menjanjikan
Gaya hidup sehat kini bukan hanya berakhir sebagai jargon di poster-poster pinggir jalan. Ini membuat peluang bisnis baru muncul.
Menurut penelusuran Mediaini.com, restoran yang menyajikan kudapan sehat termasuk salad kini kian menjamur. Para pelaku bisnis kuliner sehat ini cepat merespon gejolak masyarakat yang menginginkan makanan sehat pada konsumsi harian mereka.
Dennis Hadi, salah satu pelaku bisnis, melihat fenomena tersebut. Menurutnya masyarakat mulai menyukai makanan sehat, di saat yang sama restoran salad kebanjiran orderan untuk memenuhi gaya hidup tersebut. Pemilik Salad Bar by Hadikitchen ini mengaku harus menyediakan 100 kilogram selada setiap harinya.
Itu baru selada. Belum lagi berbagai campuran sayuran lain yang melengkapi sajian salad. Untuk memenuhi bahan bakunya, Dennis bekerjasama dengan supplier. Semangkuk salad di restoran miliknya dihargai Rp55 ribu sampai Rp60 ribu.
Agar para penikmat gaya hidup sehat tak cepat bosan, ia telah menyediakan 100 jenis sayuran dan enam varian dressing. Salad Bar by Hadi Kitchen bisa ditemui di Jakarta, Tangerang, Medan, Semarang, dan Bandung.
Hal yang sama juga dirasakan oleh Fitri dan Eva, keduanya mendirikan Serasa Salad Bar. Berlokasi di Jalan Cilaki, Bandung, restoran ini menyediakan salad dengan harga yang cukup murah. Per mangkuk hanya dibanderol dengan harga Rp35 ribu hingga Rp58 ribu.
Bisnis yang dimulainya sejak tahun 2015 ini dimulai dari sistem pre order. Lalu, karena pesanan semakin membludak, satu tahun setelahnya Fitri dan Eva memutuskan untuk mengembangkan usahanya dan memiliki toko fisik di Jalan Cilaki. Bukan hanya itu, kini dua perempuan ini bahkan telah memiliki dua cabang baru, yakni di Bekasi dan Jakarta.
Tips Bisnis Salad Bar
Bisnis salad merupakan bisnis yang menjanjikan. Namun, bisnis ini juga memiliki tantangan tersendiri. Terlebih, salad berisi sayuran-sayuran segar yang tidak tahan lama. Maka diperlukan beberapa tips untuk membuat bisnis salad bar ini tetap moncer.
Bahan baku adalah hal utama dalam bisnis salad bar. Bahan baku yang segar akan menghasilkan cita rasa yang enak dan menyegarkan. Tidak ada kata kompromi ketika berbicara bahan baku, pasalnya sayuran adalah jualan utama dari bisnis salad ini.
Selanjutnya, ukuran makanan juga perlu diperhatikan. Buat potongan sayuran yang disesuaikan dengan ukuran mulut orang Indonesia. Kemudian, perhatikan pula penataan di dalam semangkuk salad. Penataan ini akan membuat selera makan dari konsumen semakin tinggi. Dengan demikian bukan tidak mungkin, konsumen akan memesan mangkuk kedua. Sayur memiliki banyak varian dan warna, perpaduan warna yang apik akan menambah nilai jual semangkuk salad.
Lalu, perhatikan pula alat-alat makan seperti sendok, penjepit, dan botol dressing. Usahakan memilih alat makan tersebut dengan ukuran yang kecil. Hal ini bertujuan untuk membuat konsumen memakan salad dalam porsi yang cukup dalam satu suapan.
Terakhir, jangan simpan sayur terlalu lama. Jika telah memiliki supplier tetap, hitung berapa kebutuhan sayuran per harinya. Nantinya, supplier bisa mengirim sayuran per hari sesuai dengan kebutuhan. Hal ini untuk mencegah sayuran menumpuk dan tersimpan terlalu lama. (Chelsea Venda)
Baca juga : 7 Rekomendasi Salad Bar Resto di Tiga Kota Besar, Murah dan Menyehatkan


























Discussion about this post