Tren Bisnis Olahraga Saat Pandemi, Beralih Indoor dengan Memanfaatkan Teknologi

Tren Bisnis Olahraga Saat Pandemi, Beralih Indoor dengan Memanfaatkan Teknologi

MEDIAINI.COM – Dunia bisnis erat kaitannya dengan perubahan, baik itu karena pergeseran tren maupun karena keadaan darurat seperti pandemi. Ini membuat pelaku bisnis dituntut untuk lihai dalam beradaptasi.

Bidang olahraga, termasuk salah satu yang mengalami pergeseran tersebut. Aktivitas olahraga, memang kerap kali dilakukan bersama-sama. Antar pesertanya pun tak jarang saling berdampingan.

Adaptasi Pegiat Olahraga

Aktivitas olahraga kini tak lagi bisa dilakukan seperti sedia kala. Sejak pandemi merebak, banyak stadion, GOR, pusat kebugaran, dan berbagai tempat olahraga lain menutup diri. Pasalnya, tempat tersebut dimungkinkan bisa menimbulkan kerumunan massa.

Alhasil, banyak orang mulai membiasakan diri olahraga di rumah. Bagi yang telah terbiasa olahraga outdoor, tentu ini menjadi masalah tersendiri. Sebab, olahraga tidak hanya ajang mencari kesehatan semata, tetapi juga sebagai kegiatan refreshing dan interaksi sosial.

Berdasarkan penelusuran dari Mediaini.com, banyak pegiat olahraga yang mulai beradaptasi dengan hal tersebut. Mereka akhirnya memanfaatkan teknologi untuk tetap olahraga, sekaligus bisa tetap menikmati refreshing dan interaksi sosial.

Pegiat yoga misalnya, komunitasnya mulai berjalan kembali dengan tetap melakukan yoga di dalam rumah. Namun, masing-masing dari mereka terhubung secara visual. 

Hal yang sama juga bisa dirasakan bagi yang menyukai bersepeda. Kini telah ada sepeda statis yang telah dilengkapi teknologi virtual. Pesepeda bisa tetap berolahraga di dalam rumah, namun tetap merasakan sensasi melihat pemandangan dunia luar dari teknologi virtual tersebut.

Peluang Bisnis Olahraga Baru

Sejalan dengan adaptasi tersebut, kini mulai bermunculan kelas olahraga online dan konsultan olahraga. Keduanya menjadi peluang bisnis baru di tengah pandemi. Mereka diperlukan untuk mendampingi pegiat olahraga yang ingin membentuk dirinya menjadi atlet profesional.

Jasa trainer juga mulai marak di mana-mana. Dengan memiliki trainer pribadi, maka akan meminimalisir kontak dengan orang berbeda. Seorang trainer juga akan membimbing mulai dari gerakan, pola makan, hingga porsi latihan.

Selain itu, berkembang pula aplikasi olahraga. Aplikasi ini membantu pegiat olahraga untuk tetap update dengan informasi seputar olahraga. Melalui aplikasi ini pegiat olahraga juga bisa mengetahui berapa jarak lari, berapa kalori yang terbakar, hingga contoh gerakan-gerakan yang efektif untuk membakar lemak.

Pengalaman olahraga di rumah dan di pusat kegiatan olahraga tentu berbeda. Oleh karena itu, banyak orang mulai mendesain sudut rumah mereka khusus untuk kegiatan olahraga. Hal ini membuat bisnis souvenir olahraga dan toko alat perlengkapan kebanjiran orderan. Pegiat olahraga mulai melengkapi alat olahraga untuk menunjang aktivitas mereka di dalam rumah.

Baca juga : New Normal, 5 Alat Olahraga Ini Laris Dibeli

Berbagai Platform Olahraga Populer

Platform online adalah jembatan solusi banyak pihak, baik itu pelaku usaha di bidang olahraga maupun pegiat olahraga. Aplikasi Strongbee misalnya, aplikasi ini memiliki fitur virtual training session.

Fitur tersebut bisa dipilih untuk versi privat maupun grup. Pengguna aplikasi juga bisa memilih berbagai program olahraga seperti High Intensity Interval Training (HIIT), Strong by Zumba, Mat Pilates, dan Yoga. Pengguna juga bisa memilih instruktur dan waktu pelaksanaan sendiri. Untuk harganya sendiri, mereka mematok Rp50 ribu per sesi. Aplikasi ini bisa diunduh melalui Google Play dan App Store.

Sementara itu di Australia, Core Strength Fitness milik Sylvia Lokollo juga menerapkan kelas online. Pusat kebugaran milik WNI ini mengandalkan Zoom sebagai media pertemuannya dengan peserta.

Kelasnya lebih berfokus di edukasi, tentang pentingnya hubungan antara pikiran dan tubuh. Program ini banyak diikuti dan diminati oleh warga Australia. Tak hanya terbatas di kelas berbayar, dirinya juga mengadakan kelas khusus yang bisa diikuti secara gratis. Namun program ini khusus untuk warga kurang mampu dan garda terdepan penanganan wabah seperti dokter juga perawat.

Baca juga : 7 Rekomendasi Channel Youtube untuk Menemani Olahraga di Dalam Rumah

Olahraga yang Aman Saat Pandemi

Di masa pandemi, olahraga di dalam rumah lebih dianjurkan dibanding olahraga outdoor. Meski dilakukan di rumah, banyak variasi olahraga yang bisa dilakukan. Seperti meditasi, yoga, stretching, sepeda statis, dan treadmillJika terpaksa berolahraga di luar rumah, usahakan memilih olahraga ringan yang minim risiko. 

Di masa seperti ini, olahraga 30 – 40 menit per hari sudah dianggap cukup untuk menjaga kebugaran. Dalam olahraga yang terpenting bukan seberapa lama, namun seberapa sering alias konsistensinya. (Chelsea Venda)

Exit mobile version