Bisnis Mobil Bekas Masih Lesu Sejak Pandemi, Bagaimana Solusi Agar Tak Merugi?

Bisnis Mobil Bekas Masih Lesu Sejak Pandemi, Bagaimana Solusi Agar Tak Merugi?

MEDIAINI.COM – Sejak pandemi banyak usaha diberbagai sektor terdampak dan mulai goyah bahkan ada yang berguguran. Salah satunya industri otomotif, terutama bisnis mobil bekas yang masih ditekuni.Bagaimana keberlangsungan bisnis mobil bekas?

Dilansir dari CNBC, Ketua Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), Yohannes Nangoi mengungkapkan bahwa di periode April 2020 tercatat penjualan mobil turun drastis sebesar 90,6%. Hingga bulan Agustus 2020, harga mobil bekas masih turun dibandingkan sebelum terjadi pandemi. Diperkirakan tanda-tanda pemulihan bahkan berlanjut sampai akhir tahun. Meskipun begitu setelah new normal optimisme bisnis ini mulai bangkit. 

Penyebab Turunnya Penjualan

Ada banyak penyebab atas turunnya penjualan mobil bekas. Faktor terbesar adalah sejak pandemi yang akhirnya membawa banyak kebijakan dan perubahan. Sejak peraturan pemerintah untuk meminta beberapa usaha tutup sementara dan melakukan social distancing, secara otomatis banyak yang tidak datang ke beberapa showroom untuk melihat langsung kondisi mobil bekas.

Lanjut, kondisi pandemi bersamaan dengan momen elang Lebaran, yang umumnya membuat peningkatan penjualan mobil bekas. Namun, pandemi yang membuat tradisi mudik pun dibatasi maka berdampak pada penjualan yang menurun drastis. Tidak ada lagi tradisi mudik membawa mobil untuk dibawa pulang. Selain itu, permintaan mobil bekas dapat turun karena banyak bisnis yang terdampak dan ekonomi melambat membuat daya beli pun turun. Hal terakhir yang menyebabkan bisnis mobil bekas semakin kurang dilirik karena ada pembatasan aturan dari lembaga pembiayaan. Bahkan beberapa lembaga pembiayaan menghentikan program pembiayaan untuk program tertentu. 

Baca Juga : Cek Ombak Usaha Cuci Mobil, Ini Analisa Modal Plus Keuntungannya

Bentuk Solusi Dicari

Bagi para pelaku bisnis mobil bekas beradaptasi dengan kondisi yang kurang menguntungkan menjadi jalan keluar. Pasalnya, mobil bekas memang masih jadi incaran masyarakat yang ingin membeli dengan bujet terbatas. Maka potensi bisnis mobil bekas pun sebenarnya masih berpeluang. Beberapa pelaku bisnis memilih melakukan penjualan secara online dan bergabung dengan marketplace. 

Pembelian secara online terus meningkat, kesempatan ini juga dimanfaatkan untuk menawarkan mobil bekas via marketplace. Selain itu, industri marketplace di Indonesia pun sudah mendukung. Tak perlu bingung karena ada 10 situs jual beli mobil bekas yang aman dan terpercaya yang bisa dipilih oleh pelaku bisnis mobil bekas untuk menawarkan produknya. Beberapa hal yang juga bisa dilakukan para pelaku bisnis jual beli mobil bekas dengan menggalakkan promosi konvensional mengandalkan sales marketing yang terjun langsung ke daerah. Selanjutnya, mempromosikan melalui media sosial untuk memperluas jangkauan target pembeli. 

Exit mobile version