MEDIAINI.COM – Di masa pandemi terjadi peningkatan transaksi online di berbagai marketplace. Peningkatan ini terjadi karena pola konsumsi masyarakat berubah, dari yang tadinya offline kini beralih ke online. Tetapi, nyatanya tidak semua bisnis online ketiban untung di fase seperti ini.
Dinamika naik turun pendapatan memang sering terjadi dalam dunia bisnis. Terlebih bisnis online merupakan bisnis yang susah-susah gampang untuk dijalankan. Hal ini karena kompetitor di bisnis online begitu banyak. Sebut saja bisnis makanan dan fashion, dimana kita bisa menemukan ratusan brand yang bergerak di bidang ini. Baik yang bertaraf lokal maupun nasional.
Lakukan Evaluasi dari Waktu ke Waktu
Menjalani bisnis apapun harus sabar, tekun, dan terus berinovasi. Jika bisnis semakin sepi dari waktu ke waktu, maka yang harus Anda lakukan pertama kali adalah evaluasi.
Hal pertama yang mesti dipelajari adalah normal jika bisnis mengalami naik dan turun. Siklus tersebut yang membuat pemilik bisnis bisa belajar bagaimana skema terbaik untuk menghadapi jika nanti terjadi penurunan bisnis lagi. Lakukan pengamatan dan analisis terhadap kualitas produk, pelayanan, dan kemudahan akses bagi pelanggan untuk melakukan order. Setelah itu, urutkan hasil pengamatan tersebut dari yang perlu banyak perubahan sampai kategori aman. Dengan begitu, mudah untuk mengeksekusi perubahan.
Kedua, selalu update produk. Umumnya pelanggan akan menyukai varian produk yang memiliki banyak varian atau jenis. Mereka nantinya tidak merasa bosan dan selalu merasa tertarik untuk mencoba produk lainnya.
Jika menjual produk pakaian, maka penting untuk memperhatikan variasi warna, model, dan ukuran. Selain itu lihat perkembangan tren yang ada, usahakan baju yang sedang tren ada di toko segera. Hal ini akan membuat pelanggan mengikuti perkembangan bisnis ini terus menerus.
Beri Bonus untuk Mengikat Pelanggan
Ketiga, beri promo untuk mengikat pelanggan setia dan membuat pelanggan yang sempat berpaling, kembali lagi. Promo apapun akan membuat pelanggan senang dan mereka akan membagikan pengalaman berbelanja tersebut ke teman-temannya. Promo ini bisa berupa diskon, beli satu dapat dua, atau gratis ongkos kirim.
Keempat, jangan melupakan teknik pemasaran. Ikuti perkembangan di dunia online untuk update strategi pemasaran yang kreatif. Selain itu, penting juga untuk melakukan pemasaran secara offline dengan mengikuti event atau bazar agar produk yang dijual dapat semakin dikenal luas.
Kelima, tak ada salahnya menjajal cara endorse untuk promosi lebih efektif. Influencer atau selebgram punya daya pikat sendiri bagi para penggemarnya. Mereka akan percaya pada informasi yang diberikan oleh para influencer soal suatu produk.
Baca juga : 12 Trik Jitu Bangun Digital Branding untuk Bisnis
Ajak Pelanggan Terlibat
Keenam, biar pelanggan tak lari, lakukan update setiap hari. Mengunggah konten jualan setiap hari sangat efektif untuk meningkatkan engagement. Meski demikian, hal yang perlu diperhatikan adalah waktu . Perhatikan waktu-waktu tertentu yang kemungkinan banyak orang sedang beraktivitas di sosial media, sehingga konten yang dibagikan akan sampai ke pelanggan.
Terakhir, sering-seringlah mengajak pelanggan terlibat. Berhenti berpikir bahwa pelanggan hanyalah penghasil uang semata. Mereka adalah aset yang harus dijaga. Salah satu caranya adalah dengan melibatkan pelanggan dalam beberapa acara. Jika acara offline, bisa mengadakan seminar atau workshop tertentu yang nantinya peserta yang datang bisa mendapatkan doorprize. Jika online, libatkanlah pelanggan dalam sebuah kontes tertentu, misalnya kontes bercerita.
Tips Ala Pakar Kuliner
Praktisi kuliner sekaligus konsultan F&B, Chef Lucky Suherman, memberikan trik jualan makanan dan minuman secara online. Menurut Lucky yang pertama kali harus dilakukan adalah pemilihan produk kuliner kemudian dilanjutkan dengan packaging dan strategi promosi.
Memulai bisnis, kata Lucky, harus memiliki keberanian, tidak perlu berpikir panjang. Lakukan riset yang cukup, berikan ke tetangga, jika sudah sesuai selera langsung lempar ke pelanggan. Selanjutnya, karena produk untuk dijual online, pastikan produk tersebut praktis dan efisien. Dalam artian, ketika dikirim menggunakan layanan pengantar tidak ribet dan ketika sampai ke pelanggan masih dalam keadaan fresh.
Selain itu, gunakan juga Instagram Ads atau Facebook Ads. Meski berbayar ini merupakan teknik pemasaran yang efektif menjangkau berbagai kalangan. Terakhir, jika modal masih belum terkumpul banyak, lakukan saja teknik pre-order sehingga pesanan yang dibuat tidak akan mubazir dan tidak mengalami kerugian. (Chelsea Venda).



























Discussion about this post