MEDIAINI.COM – Pandemi belum berakhir, kondisi ekonomi pun terganggu karena masih banyak sektor yang belum bisa beroperasi secara normal kembali. Anjloknya permintaan pasar secara signifikan membuat beberapa perusahaan terpaksa gulung tikar. Disnaker menyebut ada 10 perusahaan yang melaporkan telah menutup bisnisnya, mulai dari restoran sampai pabrik plastik.
Putranti Laksitareni, Corporate Relationship Manager Wicaksana Indonesia, mengatakan bahwa sekarang waktu yang tepat bagi perusahaan untuk mempromosikan value atau nilai-nilai perusahaan, sesuatu yang mungkin bukan menjadi fokus di masa-masa sebelumnya. “Wicaksana sebagai partner iklan luar ruangan sebenarnya sudah dari awal pandemi mengajak klien-klien untuk melakukan campaign value. Pada fase awal, bisa dimulai dengan kegiatan sosialisasi dan ajakan untuk lebih mawas diri. Sosialisasi bisa memanfaatkan media luar ruang seperti billboard dan baliho,”jawabnya.
Ditambahkan juga langkah selanjutnya yang dilakukan perusahaannya adalah mendesain publikasi tentang value usaha yang ingin dibagikan. Selain itu, secara internal Wicaksana juga mulai siap untuk meluncurkan unit-unit bisnis yang relevan dengan keadaan perilaku baru saat ini. “Inovasinya sudah disiapkan sejak lama, nah saat ini kami melihat sebagai waktu yang tepat untuk mengeluarkan bisnis baru kita,” ujarnya.
Yang Meraup Untung di Tengah Pandemi
Meski banyak perusahaan tumbang akibat pandemi, masih terdapat beberapa perusahaan yang justru tumbuh di tengah perubahan pola perilaku konsumen. Salah satunya Nintendo, perusahaan video game kawakan ini mencatatkan lonjakan laba sebesar 41 persen. Lonjakan ini adalah yang terbesar dalam 9 tahun terakhir. Total 13 juta unit game telah terjual di 6 minggu pertamanya.
Selain itu, pandemi yang membuat banyak orang semakin menjaga kebersihannya, menguntungkan pula beberapa perusahaan yang bergerak di bisnis kesehatan. Reckitt Benckiser (RGBLY), perusahaan asal Inggris yang membuat Lysol dan Dettol mengatakan pada kuartal pertama mengalami lonjakan 13,5 persen karena konsumen banyak membutuhkan desinfektan.
Beberapa bidang lain pun mengalami hal serupa, seperti produsen alat olahraga, alat kesehatan, kebutuhan rumah tangga juga mengalami kenaikan yang signifikan.
Cara Bisnis Bertahan
Apa yang harus dilakukan perusahaan agar bisa bertahan di tengah situasi pandemi? Berikut adalah kiat-kiat agar bisnis tetap berjalan :
- Manajemen krisis
Membentuk tim khusus dari perwakilan masing-masing divisi untuk melihat peluang yang ada. Antar divisi akan saling berkomunikasi mencari titik tengah keluar dari masa krisis sekaligus mengambil celah agar tidak mengalami kegagalan. Komunikasi menjadi faktor penting dalam fase ini. Sehingga bisa menjangkau semua karyawan baik yang bekerja dari kantor maupun dari rumah.
- Adaptasi dengan perubahan konsumen
Dengan adanya pandemi, maka kegiatan di luar rumah untuk sekedar makan atau jalan-jalan menjadi sulit untuk dilakukan. Orang akan lebih banyak berada di rumah. Oleh karena itu, memanfaatkan layanan online menjadi kunci agar produk perusahaan bisa sampai ke pembeli.
Selain itu konsumen juga menginginkan kebersihan, sehingga penting bagi perusahaan untuk bisa meyakinkan konsumen bahwa perusahaan menjaga kebersihan produknya serta para karyawan dalam keadaan sehat.
- Promosi
Melakukan promosi menjadi cara yang ampuh membuat konsumen tergerak untuk membeli produk. Perusahaan bisa memberi gratis ongkos kirim atau memberlakukan diskon tertentu di produknya. Skema ini diharapkan mampu menambah pendapatan perusahaan.
- Empati
Krisis wabah COVID-19 bisa menjadi ajang perusahaan untuk berempati. Misalnya dengan mengalihkan pabriknya menjadi membuat hand sanitizer, membagi-bagikan masker ke masyarakat. Memberi catatan suhu karyawan yang melayani konsumen sehingga konsumen tidak merasa was-was dengan kesehatan si karyawan.
- Manajemen keuangan
Manajemen keuangan membantu perusahaan mampu untuk melakukan forecast keuangan jangka pendek dan menengah. Pengelolaan keuangan menjadi hal penting karena dalam masa krisis, sulit memprediksi berapa keuntungan perusahaan tiap harinya. (Chelsea Venda)



























Discussion about this post