• Tentang Kami
  • Advertise
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • OOH
  • Hubungi Kami
Minggu, Januari 18, 2026
  • Login
MEDIAINI
 
  • News
  • Info Terkini
  • Bisnis
  • Branding & Promosi
  • Tips & Trik
No Result
View All Result
MEDIAINI
  • News
  • Info Terkini
  • Bisnis
  • Branding & Promosi
  • Tips & Trik
No Result
View All Result
MEDIAINI
No Result
View All Result
 
Home Bisnis

Mengintip Sejarah Penamaan Jalan di Kota Bandung

by Ira Sindo
Maret 8, 2022
in Bisnis
Reading Time: 9 mins read
0
Sejarah Penamaan Jalan di Kota Bandung
Share on FacebookShare on Pinterest

MEDIAINI.COM – Buat kamu yang ngakunya cinta banget sama Bandung, sudah tau belum sih sama asal muasal penamaan jalan di kota kembang ini? Bandung memang selalu memiliki cerita disetiap sudutnya. Begitupula dengan sejarah penamaan jalannya mempunyai banyak kisah yang wajib banget kaula muda tau.

Sejarah kemerdekaan Indonesia tidak akan terlepas dari campur tangan Belanda, maka dari itu, di Bandung banyak banget bangunan-bangunan peninggalan Belanda yang memiliki gaya arsitektur khas Eropa. Tau ga sih? Beberapa dari bangunan bersejarah tersebut ada yang masih bisa kita lihat sampai sekarang loh.

BacaJuga

mahasiswa

7 Situs Freelance yang Mahasiswa Wajib Coba, Dijamin Cuan!

Mei 18, 2025
bisnis desain grafis

Menemukan Passion Bisnis Anda

April 1, 2024
Investasi Jangka Panjang Untuk Anak Muda

Investasi Jangka Panjang Untuk Anak Muda

Desember 14, 2023
Mall 23Semarang Resmi Dibangun Di Semarang

Mall 23Semarang Resmi Dibangun Di Semarang

Oktober 23, 2023

Yuk sekarang kita simak bersama ulasan mengenai sejarah penamaan kota Bandung di kota Bandung, berikut ulasannya :

1. Jalan ABC pusat pertokoan di Kota Bandung dari Jaman Belanda

Mengintip Sejarah Penamaan Jalan di Kota Bandung

Yang pertama ada Jalan ABC. Siapa nih yang suka berburu barang murah di toko-toko yang ada di jalanan ini? Sekarang, Jalan ABC terkenal dengan banyaknya para penjual yang menjajakan barang-barang dengan harga murah seperti jam tangan, kacamata atau bahkan kamera analog bisa kita temukan disini.

Tapi, tau ga sih..  Ternyata, Jalan ABC sekarang dan dulu selalu menjadi salah satu pusat pertokoan di Kota Bandung. Bedanya, jaman dulu daerah ini merupakan tempat bagi orang-orang Jepang membuka usaha fotografi. Sekarang, jalan ABC menjadi pusat perbelanjaan barang elektronik.

Dikutip dari laman Historia.id Jalan ABC sejak tahun 1892 dikenal dengan nama ABC Straat dan sudah dipetakan dalam Map of Bandoeng: The Mountain City of Netherland India. Jalan ini merupakan tempat bermukimnya 3 etnis utama yaitu Arabieren (A), Boemipoetra (B) dan Chinezen (C). Oleh karenanya, kawasan ini diberi nama ABC.

Lokasi jalan ABC ini tidak begitu jauh dari Alun – Alun Bandung, sekitar tahun 1917, dibandung diwajibkan untuk membuat pemukiman yang mengelompokan pemukiman yang sesuai dengan etnisnya seperti pecinan, kampung arab, pasir koja, dan yang lainnya. Kemudian pada tahun 1926 pemerintah mengatur lagi penggolongan ini menjadi 3 golongan yakni eropa, bumiputra, dan timur asing.

2. Jalan Penuh Sejarah : Asia – Afrika

Mengintip Sejarah Penamaan Jalan di Kota Bandung

Siapa sih yang tidak kenal dengan salah satu jalan ini? Sebagai salah satu jalan yang mempunyai banyak bangunan kuno nan bersejarah, Asia-Afrika menjadi surga bagi para penggemar dunia fotografi. Jalan ini memiliki banyak sejarah yang menarik banget untuk kita simak bersama.

Sebelum memiliki nama Asia-Afrika, jalanan ini bernama Groote Postweg atau Jalan Raya Pos yang diinisiasi oleh Gubernur Jenderal Daendeles. Di tahun 1955 jalan ini diganti menjadi Asia-Afrika. Mengapa? Karena di jalan ini pernah diselenggarakannya sebuah konferensi terbesar antara Asia dan Afrika (KAA) yang dilaksanakan pada tangga; 18 April – 24 April 1955.

Dijalan Asia-Afrika juga terdapat sebuah patok 0.00  kilometer Bandung yang menjadi pusat berdirinya kota Bandung karena jalanan ini menjadi jalan utama untuk mendorong pertumbuhan dan pusat bisnis.

Dulunya, di depan 0.00 kilometer ini terletak Kantor Pekerjaan Umum (PU) Provinsi Jawa Barat, namun sekarang sudah terhalang oleh bangunan yang baru.

3. Jalan Banceuy Tempat Beristirahat para Kuda

Mengintip Sejarah Penamaan Jalan di Kota Bandung

Di tahun 1871 jalan ini diresmikan dengan nama Bantjeujweg. Menurut Kamus Basa Sunda, Banceuy memiliki makna berdiam diri atau (melamun) tanpa satu kata pun ditengah pertemuan. Namun, menurut keterangan lain Banceuy sering diartikan sebagai sebuah kampung yang bersatu dengan istal (kandang kuda), karena pada masanya banyak sekali para pengurus kuda yang memarkirkan kuda dan keretanya di jalan ini.

Banceuy mempunyai sejarah yang cukup penting. Dimasa penjajahan Belanda, Banceuy dijadikan sebagai tempat untuk beristirahat dan mengganti kuda-kuda. Khususnya untuk keperluan transportasi dan pengantaran benda-benda pos (surat).

Hal ini terjadi karena kawasan tersebut berdiri Kantor Pos Besar (sampai sekarang) dan cara pengiriman surat pada waktu itu dilakukan dengan menggunakan sarana transportasi kereta kuda. Tapi sekarang Istal kuda tersebut sudah tidak bisa ditemukan lagi di ruas jalan ini.

Jalan ini terkenal dengan penjara Banceuy yang merupakan tempat bagi para tahanan maling, garong dan pelaku kriminal lainnya yang paling kesohor di Bandung. Penjara yang dibangun tahun 1871 itu dikelilingi tiga ruas jalan masing-masing jalan Banceuy.

Namun, di tahun 1980 penjara di jalan ini dilakukan pembongkaran, hanya disisakan satu sel yang pernah ditempati oleh Soekarno sebagai sebuah bukti sejarah atas lahirnya kemerdekaan Indonesia.

4. Jalan Bengawan

Mengintip Sejarah Penamaan Jalan di Kota Bandung

Kalau dengar jalan Bengawan apa sih yang terlintas dalam benak kamu? Pasti teringat dengan lagunya bengawan solo yang dibawakan oleh  sobat ambyar Didi Kempot kan?? Eits, jangan salah dulu. Jalan Bengawan bukan hanya ada di Solo aja, di Bandung juga ada loh jalan  yang diberi nama Bengawan.

Jalan Bengawan telah ada sejak zaman Belanda yaitu tahun 1930-an dengan nama Bengawan. Menurut kamus bahasa Indonesia, bengawan memiliki arti sungai besar. Sedangkan, dalam bahasa Sansakerta bengawan berarti paya atau rawa.

5. Braga ‘Paris Van Java’

Mengintip Sejarah Penamaan Jalan di Kota Bandung

Braga adalah nama jalan di Kota Bandung yang terletak di pusat kota dan merupakan kawasan Kota lama. Pada zaman dahulu jalan ini bernama jalan Pedati ketika sarana transportasi masih menggunakan pedati yang ditarik kuda, kerbau, atau sapi; dan jalan ini merupakan satu-satunya jalan besar yang bisa dilalui pedati. Pada perkembangan selanjutnya, jalan ini berubah nama menjadi Kareenweg-Bragaweg, dan berubah lagi menjadi Jalan Braga.

Ada beberapa keterangan mengenai toponimi Braga ini. Pertama, nama ini diambil dari nama sebuah perkumpulan tonil “Braga” yang didirikan Pieter Sijhof tanggal 18 juni 1882. Kedua, M.A. Salmun (ahli Bahasa Sunda) mengemukakan bahwa braga berasal dari kata ngabaraga yang artinya berjalan menyusuri pinggiran sungai.

Adapun sungai yang dimaksud adalah Sungai Ci kapundung yang terletak di sebelah barat kawasan tersebut. Hal ini memang sangat memungkinkan jika pada zaman dahulu tepian atau pinggiran sungai sering digunakan para pejalan kaki.

Ketiga, ada bahasa kirata (dikira-kira biar nyata) dalam Bahasa Sunda di masyarakat yang menyatakan bahwa braga berasal dari istilah ngabar raga yang artinya memamerkan tubuh. Hal ini memungkinkan mengingat pada zaman dulu kawasan ini setiap akhir pekan menjadi tempat hiburan dan banyak pengunjung yang berbusana modis.

Sejak tahun 1881 bangsa Eropa yang datang ke Bandung semakin bertambah. Mereka kemudian mendirikan perusahaan yang berlokasi sekitar Braga.

Jenis usaha yang pertama dibuka di kawasan ini yaitu toko serba ada, toko senjata, kacamata, baju, rokok, dan sebagainya. Yang kemudian menjadikan jalan ini sebagai tempat nongkrong asyik para noni Belanda dan Tuannya.

6. Jalan Dago

Mengintip Sejarah Penamaan Jalan di Kota Bandung

Pada masa pemerintahan Gubernur Jenderal Van der Parra (1761-1775), untuk pertama kalinya Pemerintah Kolonial menghadiri bibit sayuran dari  Belanda, seperti kentang kol dan lain-lain. Menurut catatan DR. Ir. E. De Vries (1935), konon Luitenant Ram (1765-1768), seorang perwira Kompeni, membawa bibit sayuran tersebut untuk dibudidayakan di beberapa daerah, termasuk di selatan Bandung yang berhawa sejuk.

Waktu itu pusat penjualan aneka sayuran masih terpusat di Pasar Dayeuhkolot dikarenakan ibukota Kabupaten Bandung masih di sana (Haryoto Kunto, Semerbak di Bandung Raya, 1983).

Tahun 1811, Gubernur Jenderal H.W. Daendels meminta kepada Ibukota Kabupaten Bandung dipindahkan mendekati Jalan Raya Pos (di sekitar Alun-alun Bandung sekarang), Ia pun meminta untuk membangun pasar yang baru dekat ibukota tersebut, yaitu Pasar Ciguriang.

Dari pindahnya ekonomi dekat dengan ibukota yang baru, maka para petani sayuran pun memindahkan lokasi perkebunan mereka ke utara wilayah Ujungberung (Oedjoengbroeng Kaler). Bertujuan untuk menjual hasil sayuran mereka ke Pasar Ciguriang, biasanya masyarakat disana selalu menunggu masyarakat lain untuk berbelanja karena keadaannya pada jaman dulu tempat tersebut sangat gelap dan membuat warga resah dan ketakutan akan adanya perampok jalanan.

Maka mereka saling ngadagoan (menunggu) untuk berangkat bersama-sama. Dari situlah awal mulanya tempat mereka berkumpul untuk bertemu ini disebut Dago karena mereka selalu ngadagoan warga lain.

7. Jalan Ahmad Yani Simpang 5

Mengintip Sejarah Penamaan Jalan di Kota Bandung

Dikatakan Simpang Lima, karena memiliki lima persimpangan jalan yang mempertemukan Jl. Ahmad Yani, Jl. Asia Afrika, Jl. Gatot Subroto, Jl. Karapitan, dan Jl. Sunda.

Dizaman dahulu, simpang lima memiliki bangunan-bangunan indah bergaya vintage. Namun sayang, sebagian bangunannya ada yang sudah dirubuhkan dan digantikan oleh bangunan yang baru. Seperti gedung kantor produsen mesin jahit Singer yang dirubuhkan pada tahun 1993.

Kemudian dialih fungsikan menjadi lahan parkiran bagi kantor perusahaan AJB Bumi Putera. Di tahun 1996 dibangun sebuah tugu yang menyerupai obor. Tugu tersebut digunakan untuk menyalakan api selama kegiatan olahraga berlangsung.

8. Jalan Naripan

Mengintip Sejarah Penamaan Jalan di Kota Bandung

Jalan Naripan terletak pada jalan yang menyambung panjang dengan Jalan Braga hingga Jalan Ahmad Yani. Dijuluki demikian karena berawal dari penamaan orang, yang membuat menariknya dari pebamaan Jalan ini adalah bukan karena Naripan ini tokoh masyarakat, pahlawan atau pun orang yang terpandang oleh Indonesia.

Naripan adalah seorang nama orang biasa, yang memiliki usaha sewa Bendi (kuda yang diberikan perhiasan atau biasa disebut Delman). Naripan ini asal Betawi, lelaki yang membuka usahanya di jalan tersebut.

Dahulu orang-orang kalangan atas jika membutuhkan atau membeli Bendi mereka mencari kepada Firma Hallerman, karena dia terkenal memiliki Bendi yang sangat cantik. Sedangkan para bangsawan yang tidak terlalu memerlukan Bendi ini mereka biasa menyewa kepada Naripan yang memulai usahanya di Jalan itu.

Pada dahulu kala Jalan Naripan ini sangat terkenal dengan kejadian yang cukup membuat masyarakat terpaku pada peristiwa perobekan bendera Belanda di Jalan tersebut. Perobekan bendera Belanda ini dilakukan oleh tiga pemuda yang bernama Mulyono, Bari Lukman dan Muhammad Endang Karmas.

9. Jalan Otto Iskandar Di Nata

Mengintip Sejarah Penamaan Jalan di Kota Bandung

Jalan Otto Iskandar Di Nata tempo dulu adalah sebuah tempat berdirinya bangunan tempat tinggal Residen Van der Moore. Bangunannya memiliki gaya arsitektur Indische Empirestijl dikerjakann selama tiga tahun yaitu sejak tahun 1864-1867 sekaligus menandai pindahnya Ibu Kota Keresidenan Priangan dari Cianjur ke Bandung. bangunan yang kini dinamakan Gedung Pakuan dijadikan tempat kediaman resmi Gubernur Jawa Barat.

Nama jalan Jalan itu sebelumnya merupakan gabungan antara Pangeran Soemadangweg dan Pasar Baroewg. Oto Iskandar Di Nata diambil dari nama Pahlawan Nasional asal Jawa Barat. Otto Iskandar di Nata dikenal sangat vokal dalam memperjuangan kepentingan bangsanya, sehingga ia diuluki ‘Si Jalak Harupat’ yang kemudian namanya di abadikan sebagai jalan di Kota Bandung.

10. Jalan Tamansari

Mengintip Sejarah Penamaan Jalan di Kota Bandung

Kalau kamu pernah main ke Kebun Binatang Bandung pasti tau dong dengan jalan yang satu ini. Yap Tamansari. Jalan ini terdengar tidak asing bagi masyrakat yang tinggal di Bandung karena selain menjadi salah satu tujuan rekreasi dijalan ini juga terdapat sebuah perguruan tinggi negeri yang menjadi banyak incaran bagi para pelajar yaitu Institut Teknologi Bandung.

Tidak hanya itu, di sekitaran jalan ini banyak pula cafe-cafe yang menjadi favorit kawula muda. Sebelum menjadi tujuan para generasi muda untuk melepas penat, ternyata ditempat mempunya sejarahi yang cukup penting bagi berdirinya kota Bandung.

Tamansari merupakan saksi bisu dari sejarah berdiirnya kota Bandung. Karena, sejak tahun 1920an, Jalan initepatnya di kawasan Lebak gede sudah dirancang untuk dijadikan sebagai sebuah taman terbuka dan hutan kota bagi masyarakat Bandung.

Selain itu, para arsitek juga membangun sebuah tanaman botani, yang terdiri dari berbagai macam tanaman, dan pepohonan yang diberi nama Jubileumpark. Jubileumpark menjadi asal muasal daerah Tamansari di Kota Bandung.

 11. Jalan Belitung

Mengintip Sejarah Penamaan Jalan di Kota Bandung

Siapa yang tidak kenal dengan SMA 3 Bandung, sekolah unggulan yang menjadi  favorit bagi para siswa-siswi ini terletak di Jalan Belitung. Ada kisah menarik dari  bangunan sekolah ini, jika kalian yang pernah melwatinya sekolah ini pasti tahu dong bahwa gedung SMA 3 sangat kental sekali dengan nuansa Belandanya.

Yaps, bangunan sekolah ini memang warisan dari penjajah. Dizaman Belanda  SMA 3 adalah gedung Hoogere Brugerschool te Bandoeng atau yang lebih dikenal dengan sekolah HBS. Tidak hanya sekarang, ternyata dimasa lalu gedung ini merupakan sekolah unggulan yang diperuntukan bagi para kalangan ningrat saja.

Tidak heran jika Sri Sultan Hamengkubowono IX merupakan salah stau dari sekian banyak para ningrat yang pernah nemenpun pendidikan di sekolah ini.

Ditahun 1942 hingga 1945 tempat ini dialih fungsikan sebagai Markas Tentara Jepang ketika melawan sekutu. Namun, setelah masa kemerdekaan bangunan ini kembali kepada fungsinya semula yaitu untuk pendidikan.

Sampai saat ini, bangunan di jalan Belitung hanya ditempati oleh SMA Negeri 3 dan SMA Negeri 5 yang berdampingan dengan kolam renang masa Hindia Belanda, yaitu Tirtamerta/ Permandian Centrum (1920).

—

Nah, dari 11 jalan diatas mana nih yang selalu menjadi tujuan favorit untuk kamu? sekarang jika melewati jalan diatas sudah pahamkan ya tentang asal muasal penamaan jalan di Kota Bandung.

Jangan sampai sejarah ini berhenti di kamu, yu ajak teman-teman untuk terus mencintai Bandung dengan mempelajari dan mengetahui sejarah yang pernah terjadi di Kota ini.

Tags: bandungjalanjalandibandungpariwisatasejarahtips
Share95Pin21SendTweet60
ADVERTISEMENT
Previous Post

ITDC Kembali Salurkan Masker bagi Pedagang Asongan

Next Post

5 Jenis Iklan Semarang Outdoor Sebagai Strategi Pemasaran Kekinian

Related Posts

mahasiswa
Bisnis

7 Situs Freelance yang Mahasiswa Wajib Coba, Dijamin Cuan!

Mei 18, 2025
bisnis desain grafis
Bisnis

Menemukan Passion Bisnis Anda

April 1, 2024
Investasi Jangka Panjang Untuk Anak Muda
Bisnis

Investasi Jangka Panjang Untuk Anak Muda

Desember 14, 2023
Mall 23Semarang Resmi Dibangun Di Semarang
Info Terkini

Mall 23Semarang Resmi Dibangun Di Semarang

Oktober 23, 2023
Hankook Tire menandatangani MOU dengan Kumho Petrochemical untuk mengembangkan ban ramah lingkungan
Info Terkini

Hankook Tire menandatangani MOU dengan Kumho Petrochemical untuk mengembangkan ban ramah lingkungan

Juni 9, 2023
event organiser
Bisnis

Event Organiser dan Cara Memulainya

April 23, 2025
Next Post
PermataBank Berikan Kredit ke UMKM

PermataBank Berikan Kredit ke UMKM

Discussion about this post

 
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Ome TV

Viral Ome TV, Cari Tahu Yuk Cara Pakai dan Manfaat Aplikasi Ini

April 19, 2022
daftar lapangan tenis di Bandung

9 Tempat Lapangan Tenis di Bandung dan Harga Sewanya

Maret 7, 2022
Banjir Kendal, Ikatan Alumni SMA N 1 Kendal Berikan Bantuan Makanan Siap Saji

Banjir Kendal, Ikatan Alumni SMA N 1 Kendal Berikan Bantuan Makanan Siap Saji

Januari 17, 2026
Merayakan Harmoni yang Tak Lekang Waktu, Grand Candi Hotel Semarang Hadirkan Ruang Seni untuk Publik

Merayakan Harmoni yang Tak Lekang Waktu, Grand Candi Hotel Semarang Hadirkan Ruang Seni untuk Publik

Januari 15, 2026
Banjir Kendal, Ikatan Alumni SMA N 1 Kendal Berikan Bantuan Makanan Siap Saji

Banjir Kendal, Ikatan Alumni SMA N 1 Kendal Berikan Bantuan Makanan Siap Saji

0
Wujud Kepedulian, Bank Jateng Bantu Bangun Rumah Korban Longsor

Wujud Kepedulian, Bank Jateng Bantu Bangun Rumah Korban Longsor

0
Bank Jateng Dukung Jalan Sehat HAB Kemenag di Wonogiri

Bank Jateng Dukung Jalan Sehat HAB Kemenag di Wonogiri

0
Merayakan Harmoni yang Tak Lekang Waktu, Grand Candi Hotel Semarang Hadirkan Ruang Seni untuk Publik

Merayakan Harmoni yang Tak Lekang Waktu, Grand Candi Hotel Semarang Hadirkan Ruang Seni untuk Publik

0
Banjir Kendal, Ikatan Alumni SMA N 1 Kendal Berikan Bantuan Makanan Siap Saji

Banjir Kendal, Ikatan Alumni SMA N 1 Kendal Berikan Bantuan Makanan Siap Saji

Januari 17, 2026
Wujud Kepedulian, Bank Jateng Bantu Bangun Rumah Korban Longsor

Wujud Kepedulian, Bank Jateng Bantu Bangun Rumah Korban Longsor

Januari 17, 2026
Bank Jateng Dukung Jalan Sehat HAB Kemenag di Wonogiri

Bank Jateng Dukung Jalan Sehat HAB Kemenag di Wonogiri

Januari 16, 2026
Merayakan Harmoni yang Tak Lekang Waktu, Grand Candi Hotel Semarang Hadirkan Ruang Seni untuk Publik

Merayakan Harmoni yang Tak Lekang Waktu, Grand Candi Hotel Semarang Hadirkan Ruang Seni untuk Publik

Januari 15, 2026
 

Tag

2020 2021 aplikasi Artis bandung bank jateng beritaterkini bisnis bisnis kuliner brand covid 19 fashion game hotel ide bisnis iklan indonesia Instagram Investasi Jakarta Jasa kuliner laptop listrik Mediaini olahraga online oppo pandemi Pemerintah ppkm promo promosi Rekomendasi samsung semarang smartfren smartphone Surabaya tips Tips Sukses umkm Vaksin wisata YouTube
MEDIAINI

© 2024 PT MEDIAINI INDONESIA PERKASA - Portal berita bisnis Indonesia
Jasa Pembuatan Website

Navigate Site

  • Tentang Kami
  • Advertise
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • OOH
  • Hubungi Kami

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita
    • Info Terkini
    • Bisnis
    • Branding & Promosi
    • Tips & Trik
  • Tentang Kami
  • Advertise
  • OOH
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami

© 2024 PT MEDIAINI INDONESIA PERKASA - Portal berita bisnis Indonesia
Jasa Pembuatan Website